Berita Internasional
Iran Serang Pesawat AWACS AS, Target Militer Amerika di Timur Tengah Terus Bertambah
Konflik antara Amerika Serikat dan Iran terus memanas setelah laporan terbaru menyebutkan Iran berhasil menyerang
Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Muhammad Hadi
Iran Serang Pesawat AWACS AS, Target Militer Amerika di Timur Tengah Terus Bertambah
SERAMBINEWS.COM – Konflik antara Amerika Serikat dan Iran terus memanas setelah laporan terbaru menyebutkan Iran berhasil menyerang pesawat sistem peringatan dini udara milik AS atau AWACS.
Dilansir melalui kantor berita Al Jazeera (30/3/2026), serangan ini menjadi bagian dari rangkaian operasi Iran yang menargetkan berbagai aset militer Amerika di kawasan Timur Tengah selama satu bulan terakhir.
Pesawat yang diserang adalah E-3 Sentry, sistem radar terbang canggih yang berfungsi melacak drone, rudal, dan pesawat dari jarak ratusan kilometer.
Selain itu, serangan juga dilaporkan merusak pesawat tanker pengisian bahan bakar udara jenis KC-135 di pangkalan militer di Arab Saudi.
Baca juga: Iran Desak Keluar dari Perjanjian Nuklir, Serangan AS-Israel Picu Ketegangan Baru
Serangan tersebut menyebabkan sedikitnya 15 tentara Amerika terluka, dengan beberapa di antaranya dalam kondisi serius.
Meski belum dikonfirmasi secara resmi oleh pihak militer AS, laporan menyebutkan kerusakan pada pesawat AWACS dapat berdampak signifikan terhadap kemampuan pengawasan dan koordinasi udara Amerika.
Para analis menilai hilangnya sistem seperti E-3 Sentry akan menciptakan celah dalam pemantauan medan perang, sehingga mengurangi efektivitas operasi militer.
Pesawat AWACS sendiri merupakan salah satu komponen penting dalam strategi militer modern, karena mampu memberikan peringatan dini dan mengoordinasikan serangan udara secara real-time.
Sejak perang dimulai pada akhir Februari, Iran tidak hanya menargetkan Israel, tetapi juga memperluas serangan ke pangkalan-pangkalan militer AS di berbagai negara Teluk.
Baca juga: AS Targetkan Operasi Militer Darat di Iran Selama Berminggu-minggu
Beberapa negara yang terdampak antara lain Uni Emirat Arab, Bahrain, Yordania, dan Kuwait.
Iran juga dilaporkan berhasil merusak sistem pertahanan udara canggih seperti THAAD serta menghancurkan sejumlah drone MQ-9 Reaper milik AS.
Bahkan, laporan menyebut sekitar 12 drone telah hilang selama konflik berlangsung.
Selain itu, Iran mengklaim telah menargetkan pesawat tempur AS, termasuk F-15 dan F-35, meskipun klaim tersebut belum sepenuhnya dikonfirmasi oleh pihak Amerika.
Serangan-serangan ini menunjukkan strategi perang asimetris Iran yang berfokus pada melemahkan kekuatan udara dan sistem pendukung militer AS.
Baca juga: Serangan Rudal Iran Hancurkan E-3G Sentry Pesawat Komando Udara AS di Arab Saudi
| AS Pertimbangkan Operasi Militer ke Kuba, Ketegangan Memanas dan Ancaman Konflik Baru Menguat |
|
|---|
| Iran Tuntut Ganti Rugi Rp4.300 Triliun, Ancam Pajaki Selat Hormuz di Tengah Negosiasi dengan AS |
|
|---|
| Arab Saudi Desak Trump Redakan Konflik Iran, Khawatir Jalur Minyak Global Terancam |
|
|---|
| AS Tolak Usulan Iran, Pembicaraan Nuklir di Islamabad Berakhir Tanpa Kesepakatan |
|
|---|
| Tak Terlihat Tapi Mematikan: Ranjau Laut Mengintai Jalur Minyak Dunia di Selat Hormuz |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Iran-meluncurkan-sekitar-10-rudal-berat-dalam-serangan-udara-terbarunya-terhadap-Israel.jpg)