Kamis, 7 Mei 2026

Konflik Amerika vs Iran

Sosok Handala, Hacker Iran yang Retas Data Pribadi Bos FBI, Ini Fakta-faktanya

Nama Handala Hack Team tiba-tiba mencuat ke permukaan setelah aksi berani mereka membobol data pribadi Direktur FBI, Kash Patel.

Tayang:
Editor: Amirullah
Istimewa
BOCORKAN EMAIL RAHASIA - Ilustrasi peretas Iran. Bari-baru ini kelompok hacker dengan nama sandi Robert mengancam akan membocorkan email-email rahasia dari pihak sekutu Donald Trump pada periode pencalonan dirinya menjadi Presiden Amerika Serikat (AS). (RNTV/TangkapLayar) 

SERAMBINEWS.COM – Nama Handala Hack Team tiba-tiba mencuat ke permukaan setelah aksi berani mereka membobol data pribadi Direktur FBI, Kash Patel.

Kelompok peretas yang disebut-sebut terafiliasi dengan Iran itu tak hanya mengklaim keberhasilan aksinya, tetapi juga memublikasikan sejumlah foto pribadi serta dokumen milik Patel ke internet. Informasi ini dikonfirmasi baik oleh pihak peretas maupun biro federal pada Jumat (27/3/2026).

Lewat situs resminya, Handala menyindir Patel dengan menyebut namanya kini masuk dalam daftar panjang korban yang pernah mereka retas.

Sejumlah foto pribadi yang diunggah pun cukup mencuri perhatian. Dalam gambar tersebut, Patel terlihat sedang menghisap cerutu, mengendarai mobil antik atap terbuka, hingga berpose di depan cermin sambil memegang botol rum berukuran besar.

Pihak FBI tak menampik adanya insiden tersebut. Mereka memastikan bahwa email pribadi Patel memang menjadi target peretasan.

Hal ini disampaikan juru bicara FBI, Ben Williamson, dalam keterangan resminya.

“Kami telah mengambil semua langkah yang diperlukan untuk memitigasi risiko potensial yang terkait dengan aktivitas ini.”

Ia menegaskan bahwa data yang terdampak tidak berkaitan dengan informasi sensitif milik pemerintah.

Baca juga: Proyektil Israel Hantam Markas UNIFIL Batalion Indonesia di Lebanon, Prajurit TNI Gugur

“Data yang terlibat bersifat historis dan tidak melibatkan informasi pemerintah.”

Selain foto, peretas juga membocorkan lebih dari 300 sampel email. Isinya merupakan campuran korespondensi pribadi dan pekerjaan dalam rentang waktu 2010 hingga 2019.

Mengutip Reuters, alamat Gmail pribadi yang diklaim diretas oleh Handala disebut cocok dengan data yang sebelumnya pernah muncul dalam catatan pelanggaran oleh firma intelijen dark web, District 4 Labs.

Di sisi lain, Google sebagai penyedia layanan Gmail belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden ini.

Aksi peretasan dengan pola hack-and-leak seperti ini dinilai bukan sekadar serangan biasa. Ada pesan yang ingin disampaikan.

Gil Messing, kepala staf di perusahaan keamanan siber Israel, Check Point, menilai langkah tersebut sebagai bagian dari strategi untuk menekan psikologis Amerika Serikat.

Baca juga: Pemerintah Lakukan Penyesuaian Harga BBM Pada 1 April 2026, Berlaku Mulai Pukul 00.00 WIB

Siapa Itu Handala?

Melansir dari Check Point Research, Handala yang dikenal dengan nama kode Handala_hack pertama kali muncul pada 18 Desember 2023, dengan meluncurkan saluran Telegram dan akun X/Twitter secara bersamaan. 

Ilustrasi peretas Iran. Bari-baru ini kelompok hacker dengan nama sandi Robert
BOCORKAN EMAIL RAHASIA - Ilustrasi peretas Iran. Bari-baru ini kelompok hacker dengan nama sandi Robert mengancam akan membocorkan email-email rahasia dari pihak sekutu Donald Trump pada periode pencalonan dirinya menjadi Presiden Amerika Serikat (AS). (RNTV/TangkapLayar)
Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved