Rabu, 22 April 2026

AS dan Israel Serang Iran

Trump Incar Uranium Iran, Operasi Militer Berisiko Tinggi Disiapkan

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dilaporkan tengah mempertimbangkan opsi militer untuk merebut ratusan kilogram uranium yang

Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/media sosial
Cakram uranium yang diperkaya. 

Ringkasan Berita:
  • Laporan The Wall Street Journal pada Minggu menyebutkan, Trump sedang mengkaji tingkat risiko dari operasi tersebut, khususnya terhadap pasukan darat yang akan diterjunkan langsung ke wilayah Iran.
  • Menurut sejumlah pejabat AS yang dikutip media itu, Trump pada dasarnya terbuka terhadap gagasan tersebut.
  • Langkah ini dinilai sejalan dengan tujuan utamanya, yakni mencegah Iran memiliki senjata nuklir.

 

SERAMBINEWS.COM – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dilaporkan tengah mempertimbangkan opsi militer untuk merebut ratusan kilogram uranium yang diperkaya milik Iran.

Laporan The Wall Street Journal pada Minggu menyebutkan, Trump sedang mengkaji tingkat risiko dari operasi tersebut, khususnya terhadap pasukan darat yang akan diterjunkan langsung ke wilayah Iran.

Menurut sejumlah pejabat AS yang dikutip media itu, Trump pada dasarnya terbuka terhadap gagasan tersebut. 

Langkah ini dinilai sejalan dengan tujuan utamanya, yakni mencegah Iran memiliki senjata nuklir.

Namun, operasi tersebut diperkirakan tidak akan mudah. Selain kompleks, misi ini juga berisiko tinggi karena mengharuskan militer AS berada di dalam wilayah Iran selama beberapa hari, bahkan kemungkinan lebih lama.

Baca juga: Trump Akui Incar Minyak Iran, Pertimbangkan Rebut Pulau Kharg

Sebelumnya, sebelum serangan udara yang dilakukan oleh AS dan Israel pada Juni tahun lalu terhadap sejumlah fasilitas nuklir Iran, negara itu dilaporkan memiliki lebih dari 400 kilogram uranium yang diperkaya hingga 60 persen.

Data tersebut berasal dari International Atomic Energy Agency (IAEA), yang menyebutkan bahwa tingkat kemurnian uranium sebesar 90 persen umumnya dibutuhkan untuk pembuatan senjata nuklir.

Rencana operasi ini pun memicu kekhawatiran akan potensi eskalasi konflik baru di kawasan Timur Tengah, mengingat sensitivitas isu nuklir Iran yang selama ini menjadi sorotan dunia internasional.

Incar minyak

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali memicu kontroversi global setelah secara terbuka menyatakan ambisinya untuk menguasai minyak Iran di tengah memanasnya konflik di Timur Tengah.

Dalam wawancara dengan The Financial Times, Trump mengungkapkan keinginannya untuk “mengambil minyak Iran” dan bahkan membuka kemungkinan merebut Pulau Kharg—pusat ekspor minyak utama negara tersebut.

“Sejujurnya, hal favorit saya adalah mengambil minyak di Iran,” kata Trump. “Mungkin kita mengambil Pulau Kharg, mungkin tidak. Kami punya banyak pilihan.”

Pulau Kharg sendiri merupakan jantung industri energi Iran, yang selama ini menangani sebagian besar ekspor minyak negara tersebut dan menjadi tulang punggung ekonominya.

Trump bahkan meremehkan kemampuan pertahanan Iran di wilayah itu.

“Saya rasa mereka tidak memiliki pertahanan apa pun. Kita bisa mengambilnya dengan sangat mudah,” ujarnya.

Bandingkan dengan Venezuela

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved