Rabu, 8 April 2026

Konflik Amerika vs Iran

Presiden Iran Siap Akhiri Perang, Asalkan Ada Jaminan Keamanan

Ia menegaskan bahwa normalisasi situasi hanya dapat terwujud jika serangan dari pihak lawan dihentikan sepenuhnya.

Editor: Faisal Zamzami
X/Twitter
MASOUD PEZESHKIAN - Presiden Iran, Masoud Pezeshkian terluka akibat serangan udara Israel pada 16 Juni lalu. Hal ini diungkapkan oleh kantor berita Fars News Agency yang berafiliasi dengan Garda Revolusi Iran (IRGC), Minggu (13/7/2025). 

Ringkasan Berita:
  • Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan kesiapan negaranya untuk mengakhiri konflik yang tengah berlangsung dengan Israel dan Amerika Serikat, dengan syarat adanya jaminan keamanan yang kuat guna mencegah terulangnya agresi di masa depan.
  • Pernyataan tersebut disampaikan Pezeshkian dalam percakapan telepon dengan Presiden Dewan Eropa pada Selasa (31/3/2026)
  • Ia menegaskan bahwa normalisasi situasi hanya dapat terwujud jika serangan dari pihak lawan dihentikan sepenuhnya.

 

SERAMBINEWS.COM, TEHERAN — Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan kesiapan negaranya untuk mengakhiri konflik yang tengah berlangsung dengan Israel dan Amerika Serikat, dengan syarat adanya jaminan keamanan yang kuat guna mencegah terulangnya agresi di masa depan.

Pernyataan tersebut disampaikan Pezeshkian dalam percakapan telepon dengan Presiden Dewan Eropa pada Selasa (31/3/2026), sebagaimana dilaporkan kantor kepresidenan Iran dan dikutip dari AFP.

“Kami memiliki kemauan yang diperlukan untuk mengakhiri konflik ini, asalkan syarat-syarat penting terpenuhi—terutama jaminan yang diperlukan untuk mencegah terulangnya agresi,” ujar Pezeshkian.

Ia menegaskan bahwa normalisasi situasi hanya dapat terwujud jika serangan dari pihak lawan dihentikan sepenuhnya.

Menurutnya, penghentian aksi militer menjadi langkah utama menuju perdamaian.

“Solusi untuk menormalisasi situasi adalah penghentian serangan agresif mereka,” tegasnya.

Sementara itu, Amerika Serikat dilaporkan telah mengajukan proposal perdamaian berisi 15 poin kepada Iran.

Sebagai tanggapan, Teheran mengajukan lima poin balasan yang mencakup tuntutan penghentian agresi serta pembentukan mekanisme penjamin.

Mekanisme tersebut dimaksudkan untuk memastikan bahwa Israel dan AS tidak akan kembali memulai konflik di masa mendatang.

Eskalasi konflik bermula pada 28 Februari 2026, ketika Amerika Serikat dan Israel meluncurkan serangan besar-besaran ke wilayah Iran.

Serangan tersebut memicu reaksi keras dari Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, yang kemudian diikuti serangan balasan berupa rudal dan drone ke sejumlah target di kawasan.

Di tengah konflik, Iran juga menutup Selat Hormuz, jalur vital yang dilalui sekitar 20 persen distribusi minyak dunia.

Penutupan ini berdampak besar terhadap pasar energi global serta mengganggu jalur penerbangan internasional.

Konflik yang masih berlangsung hingga kini telah menimbulkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, serta ketidakstabilan di kawasan dan dunia internasional.

Baca juga: Iran Ancam Serang Perusahaan Raksasa Teknologi AS, Karyawan Diminta Tinggalkan Kantor

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved