Sabtu, 25 April 2026

Konflik Amerika vs Iran

Presiden Iran Siap Akhiri Perang, Asalkan Ada Jaminan Keamanan

Ia menegaskan bahwa normalisasi situasi hanya dapat terwujud jika serangan dari pihak lawan dihentikan sepenuhnya.

Editor: Faisal Zamzami
X/Twitter
MASOUD PEZESHKIAN - Presiden Iran, Masoud Pezeshkian terluka akibat serangan udara Israel pada 16 Juni lalu. Hal ini diungkapkan oleh kantor berita Fars News Agency yang berafiliasi dengan Garda Revolusi Iran (IRGC), Minggu (13/7/2025). 

Trump sebut perang berakhir 2-3 minggu

Diberitakan sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa kampanye militer AS terhadap Iran dapat segera berakhir dalam waktu dua hingga tiga minggu ke depan.

Hal tersebut disampaikan Trump kepada wartawan di Ruang Oval Gedung Putih, Selasa.

Ia menegaskan bahwa penarikan pasukan akan dilakukan dalam waktu dekat. 

"Kami akan pergi sangat segera," ujar Trump, sebagaimana dilansir Reuters.  

Pernyataan ini menjadi sinyal terkuat sejauh ini mengenai niat Trump untuk menyudahi perang yang telah berlangsung selama satu bulan tersebut.  

Di satu sisi, Trump mengeklaim bahwa Teheran tidak perlu membuat kesepakatan formal dengan Washington sebagai syarat berakhirnya konflik.

Dia menegaskan bahwa diplomasi yang sukses bukanlah prasyarat bagi AS untuk meredam operasi militernya.

"Iran tidak harus membuat kesepakatan, tidak," kata Trump saat ditanya mengenai urgensi langkah diplomasi. "Tidak, mereka tidak harus membuat kesepakatan dengan saya," lanjutnya.

Trump memaparkan bahwa syarat utama untuk menghentikan operasi militer adalah memastikan Iran kehilangan kemampuan untuk memiliki senjata nuklir dalam waktu dekat.

 "Setelah itu (tercapai), baru kami akan pergi," paparnya.

 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved