AS dan Israel Serang Iran
Jadi Target Rudal, Iran Publis Daftar Perusahaan Teknologi AS, Apple, Google, hingga Meta
Ketegangan global kembali memanas setelah Garda Revolusi Iran mengumumkan daftar perusahaan teknologi Amerika Serikat yang akan menjadi sasaran
Ringkasan Berita:
- Garda Revolusi bahkan mengultimatum bahwa mulai Rabu (1/4/2026) pukul 20.00 waktu Teheran, infrastruktur regional perusahaan-perusahaan tersebut dapat menjadi target penghancuran.
- Mereka juga memperingatkan para karyawan untuk segera meninggalkan tempat kerja demi keselamatan.
SERAMBINEWS.COM - Ketegangan global kembali memanas setelah Garda Revolusi Iran mengumumkan daftar perusahaan teknologi Amerika Serikat yang akan menjadi sasaran jika pembunuhan terhadap pejabat Iran terus berlanjut.
Dalam pernyataan resminya, Garda Revolusi menegaskan bahwa sejumlah raksasa teknologi seperti Apple, Google, dan Meta masuk dalam daftar target utama. Selain itu, nama-nama besar lain seperti Microsoft, Intel, Oracle, Tesla, Palantir, dan Nvidia juga disebut berisiko terkena serangan balasan.
Garda Revolusi bahkan mengultimatum bahwa mulai Rabu (1/4/2026) pukul 20.00 waktu Teheran, infrastruktur regional perusahaan-perusahaan tersebut dapat menjadi target penghancuran. Mereka juga memperingatkan para karyawan untuk segera meninggalkan tempat kerja demi keselamatan.
“Setiap pembunuhan terhadap pejabat Iran akan dibalas dengan tindakan yang setimpal,” demikian isi pernyataan tersebut.
Iran menuduh perusahaan teknologi AS terlibat dalam operasi militer, termasuk dalam pelacakan dan penentuan target pembunuhan tokoh penting Iran. Tuduhan ini memperdalam konflik yang sudah memanas antara Teheran dan Washington.
Baca juga: AS Kerahkan Kapal Induk Ketiga ke Timur Tengah Dukung Invasi Darat ke Iran
Situasi semakin kompleks setelah Presiden AS, Donald Trump, menyatakan tengah terlibat dalam pembicaraan untuk meredakan konflik, namun di saat yang sama juga mengancam akan meningkatkan serangan terhadap Iran bersama Israel.
Ketegangan ini dipicu oleh serangkaian pembunuhan tokoh penting Iran, termasuk pemimpin tertinggi Ali Khamenei dan sejumlah pejabat militer serta keamanan lainnya. Iran menilai serangan tersebut sebagai upaya sistematis untuk melumpuhkan kepemimpinan negara.
Pengamat menilai, ancaman terhadap perusahaan teknologi global ini dapat membuka babak baru konflik, dengan potensi meluas ke ranah siber dan infrastruktur digital di kawasan Timur Tengah.
Jika benar direalisasikan, langkah Iran ini bukan hanya memperluas medan konflik, tetapi juga berisiko mengguncang stabilitas teknologi global yang selama ini menopang berbagai sektor vital dunia.(*)
Perusahaan Teknologi AS
Jadi Target Rudal
Iran Publis Daftar Perusahaan
Serambinews.com
Serambinews
| Polda Aceh Pastikan Kasus Korupsi Beasiswa 2017 Terus Berlanjut |
|
|---|
| Iran Tolak Negosiasi di Bawah Ancaman, Siap Buka Kartu Baru di Medan Perang |
|
|---|
| Negosiasi AS-Iran di Ujung Tanduk, Mediator Minta Tambahan Waktu Gencatan Senjata |
|
|---|
| Trump Ancam Bom Fasilitas Listrik dan Jembatan Iran jika Gencatan Senjata Berakhir tanpa Kesepakatan |
|
|---|
| 5 Poin Krusial Perundingan AS–Iran, Trump Tebar Ancaman Lagi, Iran Enggan Hadir ke Meja Negosiasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/9-Karyawan-Google-Ditangkap-karena-Protes-Hubungan-Perusahaan-dengan-Pemerintah-Israel.jpg)