Selasa, 28 April 2026

Konflik Amerika vs Iran

Intelijen Amerika: Iran Masih Punya Banyak Rudal dan Drone Besar Meski Digempur AS-Israel

Salah satu sumber intelijen memperingatkan bahwa kondisi ini tetap berbahaya bagi stabilitas kawasan.

Editor: Faisal Zamzami
Tangkapan layar/MILITER IRAN
RUDAL - Pasukan Iran menembakkan rudal dalam latihan militer di Pantai Makran, Teluk Oman, dekat Selat Hormuz, 31 Desember 2022. Selat Hormuz kini menjadi titik konflik terbaru antara Iran dan Amerika Serikat. 

Ringkasan Berita:
  • Laporan intelijen terbaru Amerika Serikat mengungkap bahwa Iran masih memiliki kemampuan militer signifikan, khususnya dalam peluncuran rudal dan penggunaan drone, meskipun telah digempur oleh serangan udara Amerika Serikat dan Israel selama lima minggu terakhir.
  • Menurut tiga sumber yang mengetahui isi laporan tersebut, sekitar 50 persen peluncur rudal Iran masih dalam kondisi utuh.
  • Selain itu, Iran juga dilaporkan masih menyimpan ribuan drone kamikaze yang siap digunakan.

 

SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON DC — Laporan intelijen terbaru Amerika Serikat mengungkap bahwa Iran masih memiliki kemampuan militer signifikan, khususnya dalam peluncuran rudal dan penggunaan drone, meskipun telah digempur oleh serangan udara Amerika Serikat dan Israel selama lima minggu terakhir.

Menurut tiga sumber yang mengetahui isi laporan tersebut, sekitar 50 persen peluncur rudal Iran masih dalam kondisi utuh.

Selain itu, Iran juga dilaporkan masih menyimpan ribuan drone kamikaze yang siap digunakan.

Salah satu sumber intelijen memperingatkan bahwa kondisi ini tetap berbahaya bagi stabilitas kawasan.

“Mereka masih sangat siap untuk menciptakan kekacauan total di seluruh kawasan,” ujarnya, seperti dikutip dari CNN, Kamis (2/4/2026).

Selain peluncur rudal, sekitar separuh kemampuan drone Iran juga disebut masih bertahan.

Sementara itu, sebagian besar rudal jelajah pertahanan pesisir tidak tersentuh serangan karena tidak menjadi fokus utama kampanye udara AS.

Keberadaan jaringan terowongan dan gua bawah tanah yang luas menjadi salah satu faktor utama sulitnya menghancurkan aset militer Iran.

Banyak peluncur rudal disembunyikan di lokasi tersebut, sehingga tetap aman dari serangan udara.

Baca juga: 16 Drone MQ-9 Reaper AS Hancur Selama Perang Lawan Iran, Kerugian Capai Rp 8,4 Triliun

Bertolak Belakang dengan Klaim Gedung Putih

Temuan intelijen ini berbeda dengan pernyataan Presiden AS Donald Trump yang sebelumnya mengklaim bahwa kekuatan militer Iran telah hancur total.

Dalam pidatonya pada Rabu (1/4/2026), Trump menyebut kemampuan Iran dalam meluncurkan rudal dan drone telah berkurang drastis. Ia juga mengklaim fasilitas produksi senjata Iran telah hancur.

Juru bicara Gedung Putih, Anna Kelly, turut membela klaim tersebut. Ia menyatakan bahwa serangan Iran telah menurun hingga 90 persen, baik untuk rudal balistik maupun drone.

“Inilah faktanya: serangan rudal balistik dan drone Iran turun 90 persen, angkatan laut mereka tersapu bersih, dan dua pertiga fasilitas produksi mereka rusak atau hancur,” kata Kelly.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved