AS dan Israel Serang Iran
Iran Tolak Proposal Gencatan Senjata Terbaru, Serukan Pengakhiran Perang Permanen
Kantor berita pemerintah Iran, IRNA, melaporkan bahwa Teheran menolak proposal gencatan senjata terbaru dan menegaskan hanya menginginkan
Ringkasan Berita:
- Pernyataan ini muncul menjelang tenggat waktu yang ditetapkan Presiden AS Donald Trump pada Senin malam waktu Washington, yang meminta Teheran membuka kembali Selat Hormuz.
- Trump memperingatkan bahwa AS akan menyerang pembangkit listrik Iran dan target infrastruktur lainnya jika tuntutan tersebut tidak dipenuhi.
SERAMBINEWS.COM – Kantor berita pemerintah Iran, IRNA, melaporkan bahwa Teheran menolak proposal gencatan senjata terbaru dan menegaskan hanya menginginkan pengakhiran perang secara permanen.
Tanggapan tersebut telah disampaikan kepada Amerika Serikat melalui Pakistan, yang berperan sebagai mediator utama.
“Kami hanya menerima pengakhiran perang dengan jaminan bahwa kami tidak akan diserang lagi,” kata Mojtaba Ferdousi Pour, kepala misi diplomatik Iran di Kairo, kepada Associated Press pada Senin.
Pernyataan ini muncul menjelang tenggat waktu yang ditetapkan Presiden AS Donald Trump pada Senin malam waktu Washington, yang meminta Teheran membuka kembali Selat Hormuz.
Trump memperingatkan bahwa AS akan menyerang pembangkit listrik Iran dan target infrastruktur lainnya jika tuntutan tersebut tidak dipenuhi.
Baca juga: Iran: Selat Hormuz tidak akan Dibuka untuk Gencatan Senjata Sementara
Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Qalibaf, menyebut ancaman itu sebagai “sembrono”. Trump dijadwalkan menyampaikan pernyataan di Gedung Putih pada Senin sore.
Sementara itu, Menteri Pertahanan Israel Israel Katz mengatakan Israel menyerang pabrik petrokimia South Pars di Asaluyeh, Iran.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah Iran mengonfirmasi fasilitas itu menjadi sasaran serangan. Serangan Israel terhadap fasilitas South Pars pada Maret lalu memicu respons besar-besaran Iran yang menargetkan infrastruktur minyak dan gas di sejumlah negara Teluk Arab.
Menurut media pemerintah Iran, kepala intelijen Garda Revolusi Iran, Mayjen Majid Khademi, tewas dalam serangan tersebut.
Israel mengklaim bertanggung jawab atas pembunuhan itu pada Senin.
Militer Israel juga menyatakan telah membunuh Asghar Bakeri, pemimpin unit rahasia Garda Revolusi di Pasukan Quds ekspedisioner.
Israel dan Amerika Serikat dilaporkan melancarkan serangkaian serangan terhadap Iran pada Senin, yang menewaskan lebih dari 25 orang.
Iran kemudian membalas dengan serangan rudal ke Israel serta negara-negara tetangganya di kawasan Teluk Arab.(*)
| Bom Bunker AS Lenyapkan Universitas Teknologi Sharif Teheran yang Terkenal Paling Bergengsi |
|
|---|
| Iran Tolak 15 Poin AS Sebagai Syarat Akhiri Perang, Dianggap Sangat Ambisius dan tidak Logis |
|
|---|
| Sumber: Iran, AS Terima Rencana Akhiri Permusuhan dan Potensi Gencatan Senjata 45 Hari Segera |
|
|---|
| Sumpah Serapah Trump, Selasa Ini Janjikan Neraka untuk Iran, Ancam Mengebom Listrik & Jembatan |
|
|---|
| Dihantam Rudal Iran, Dua Yahudi Israel Tewas, Lainnya Terkubur dalam Reruntuhan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Israel-dan-Amerika-sering-pabrik-baja-iran.jpg)