Sabtu, 9 Mei 2026

Wabah Hantavirus

Waspada Klaster Hantavirus, WHO Ungkap Cara Penularan dan Gejala Mematikannya

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mengungkap perkembangan kasus klaster hantavirus yang terjadi di sebuah kapal

Tayang:
Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Amirullah
Kolase serambinews - pixabay.com/tribunnews
Ilustrasi Hantavirus- Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mengungkap perkembangan kasus klaster hantavirus yang terjadi di sebuah kapal pesiar. 

Waspada Klaster Hantavirus, WHO Ungkap Cara Penularan dan Gejala Mematikannya

SERAMBINEWS.COM – Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mengungkap perkembangan kasus klaster hantavirus yang terjadi di sebuah kapal pesiar berbendera Belanda dan melibatkan penumpang lintas negara.

Dilansir Serambinews melalui Website Resmi World Health Organization (WHO) (9/5/2026), wabah tersebut bermula ketika sejumlah penumpang kapal pesiar mengalami penyakit pernapasan berat saat melakukan perjalanan di kawasan Atlantik Selatan.

Hingga 4 Mei 2026, tercatat tujuh kasus terkait hantavirus, terdiri dari dua kasus yang telah dikonfirmasi melalui pemeriksaan laboratorium dan lima kasus dugaan.

Dari jumlah tersebut, tiga orang dilaporkan meninggal dunia, satu pasien berada dalam kondisi kritis, dan tiga lainnya mengalami gejala ringan.

WHO menyebut kapal pesiar tersebut membawa total 147 orang yang terdiri dari 88 penumpang dan 59 awak kapal dari 23 negara berbeda.

Kapal itu diketahui berangkat dari Ushuaia, Argentina, pada 1 April 2026 dan melakukan perjalanan melintasi Atlantik Selatan dengan sejumlah persinggahan, termasuk Antartika, Georgia Selatan, Tristan da Cunha, Saint Helena, hingga Pulau Ascension.

Baca juga: Dokter Jelaskan Perbedaan Hantavirus dan Covid-19, Masyarakat Diimbau Tak Panik

Kronologi Kasus di Kapal Pesiar

Kasus pertama dialami seorang pria dewasa yang mulai mengalami demam, sakit kepala, dan diare ringan pada 6 April 2026 saat berada di atas kapal.

Kondisinya kemudian memburuk menjadi sesak napas dan meninggal dunia pada 11 April.

Kasus kedua terjadi pada seorang wanita dewasa yang merupakan kontak dekat dari pasien pertama.

Wanita tersebut turun di Saint Helena pada 24 April dengan gejala gangguan pencernaan.

Namun, kondisinya memburuk saat penerbangan menuju Johannesburg, Afrika Selatan, dan meninggal dunia sehari kemudian.

Hasil tes PCR kemudian mengonfirmasi bahwa korban terinfeksi hantavirus.

Sementara itu, kasus ketiga merupakan seorang pria dewasa yang mengalami demam, sesak napas, dan pneumonia pada 24 April.

Pasien tersebut dievakuasi ke Afrika Selatan dan kini masih dirawat intensif setelah hasil pemeriksaan memastikan infeksi hantavirus.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved