Sabtu, 18 April 2026

AS dan Israel Serang Iran

Intelijen AS Akui Iran Perbaiki ‘Bunker Rudal’ dalam Hitungan Jam Setelah Serangan

Badan intelijen Amerika Serikat mengakui bahwa Iran mampu dengan cepat memperbaiki “bunker rudal bawah tanah” dan mengembalikannya ke kondisi

Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/Press TV
Foto menunjukkan pangkalan udara militer bawah tanah pertama Iran di lokasi yang dirahasiakan. 

Ringkasan Berita:
  • The New York Times mengutip laporan intelijen AS yang menyebutkan bahwa pasukan Iran berhasil menggali kembali bunker dan silo rudal yang menjadi sasaran serangan udara Amerika Serikat dan Israel seperti dilansir dari preestv.ir, Selasa.
  • Sejak AS dan Israel melancarkan agresi militer gabungan terhadap Iran pada 28 Februari, Presiden AS Donald Trump berulang kali mengklaim telah terjadi “kemajuan substansial” dalam melemahkan kemampuan rudal Iran.

 

SERAMBINEWS.COM - Badan intelijen Amerika Serikat mengakui bahwa Iran mampu dengan cepat memperbaiki “bunker rudal bawah tanah” dan mengembalikannya ke kondisi operasional hanya dalam beberapa jam setelah diserang.

The New York Times mengutip laporan intelijen AS yang menyebutkan bahwa pasukan Iran berhasil menggali kembali bunker dan silo rudal yang menjadi sasaran serangan udara Amerika Serikat dan Israel seperti dilansir dari preestv.ir, Selasa.

Sejak AS dan Israel melancarkan agresi militer gabungan terhadap Iran pada 28 Februari, Presiden AS Donald Trump berulang kali mengklaim telah terjadi “kemajuan substansial” dalam melemahkan kemampuan rudal Iran.

Pentagon juga mengklaim pada pekan ini bahwa mereka telah menyerang sekitar 11.000 target di wilayah Iran.

Baca juga: Tolak Gencatan Senjata 45 Hari, Teheran Minta Perang Berakhir Total, Bukan Sekedar Dijeda

Namun, menurut laporan intelijen tersebut, Iran masih mempertahankan kemampuan signifikan untuk menggunakan gudang rudal balistik dan peluncur yang tersisa guna menyerang Israel serta aset dan pangkalan militer AS di kawasan.

Laporan itu juga menegaskan bahwa sangat sulit untuk menilai secara akurat berapa banyak peluncur rudal yang berada di bunker, gua, atau silo bawah tanah yang diserang oleh serangan udara AS dan Israel.

“Bunker, gua, atau silo bawah tanah pada awalnya mungkin tampak rusak. Namun pada kenyataannya, Iran mampu dengan cepat menggali kembali peluncur tersebut dan menembakkannya lagi,” demikian isi laporan intelijen AS.

Sebelumnya, publikasi Israel Haaretz melaporkan bahwa Iran menggunakan buldoser untuk menggali peluncur rudal yang terkubur di bawah reruntuhan akibat serangan udara.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengklaim bahwa “pengurangan kemampuan peluncuran rudal Iran” merupakan salah satu tujuan utama perang yang dilancarkan terhadap Iran.

Sementara itu, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth berulang kali membanggakan penurunan jumlah serangan rudal Iran.

“Ya, mereka masih akan menembakkan beberapa rudal, tapi kami akan menembak jatuhnya,” kata Hegseth pada hari Senin.

Namun, temuan intelijen terbaru justru meragukan klaim pemerintahan Trump bahwa AS telah berhasil menghancurkan kemampuan rudal Iran yang disebut-sebut sebagai “tujuan utama” perang melawan Republik Islam tersebut.

Dalam lima minggu terakhir, serangan balasan berupa rudal dan pesawat nirawak oleh Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) dilaporkan telah menyebabkan kerusakan bernilai miliaran dolar terhadap aset AS di kawasan.

Perang yang dinilai tidak beralasan ini telah mengguncang pasar energi dan saham global, mengganggu jalur pengiriman internasional, serta menimbulkan korban di kalangan pasukan AS di berbagai wilayah.

Situasi tersebut kian menempatkan Presiden Trump di bawah tekanan domestik yang meningkat untuk segera mengakhiri konflik.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved