Konflik Amerika vs Iran
Tolak Gencatan Senjata 45 Hari, Teheran Minta Perang Berakhir Total, Bukan Sekedar Dijeda
Namun bagi Teheran, jeda sementara dinilai bukan solusi. Iran melihat skema tersebut hanya akan menunda konflik tanpa memberikan kepastian akhir.
SERAMBINEWS.COM – Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali memasuki fase genting. Iran secara tegas menolak usulan gencatan senjata sementara selama 45 hari yang diajukan melalui jalur diplomatik internasional.
Proposal tersebut sebelumnya dibahas oleh Amerika Serikat bersama sejumlah mediator seperti Pakistan, Mesir, dan Turki sebagai langkah awal menuju penghentian konflik yang lebih luas.
Namun bagi Teheran, jeda sementara dinilai bukan solusi. Iran melihat skema tersebut hanya akan menunda konflik tanpa memberikan kepastian akhir.
Di tengah meningkatnya korban jiwa dan kerusakan sejak akhir Februari 2026, sikap Iran justru semakin mengeras.
Mereka menilai pola gencatan senjata sementara berisiko mengulang siklus lama, di mana pertempuran bisa kembali pecah sewaktu-waktu.
Alih-alih kompromi jangka pendek, Iran menegaskan bahwa satu-satunya jalan adalah penghentian perang secara permanen dan menyeluruh.
Pesan itu sekaligus menjadi sinyal bahwa posisi Iran tidak akan mudah digoyahkan dalam meja perundingan.
Seperti dilaporkan kantor berita pemerintah Iran, IRNA, tanggapan resmi Teheran telah disampaikan melalui Pakistan yang berperan sebagai mediator utama.
Bersamaan dengan penolakan tersebut, Iran juga mengajukan rencana 10 poin sebagai solusi mengakhiri konflik.
Baca juga: Trump Ultimatum Iran: AS Klaim Bisa Hancurkan Teheran dalam Hitungan Jam
“Kami hanya menerima pengakhiran perang dengan jaminan bahwa kami tidak akan diserang lagi,” ujar Mojtaba Ferdousi Pour, kepala misi diplomatik Iran di Kairo, Senin (6/4/2026).
Ia juga menegaskan bahwa Iran tidak lagi mempercayai pemerintahan Presiden Donald Trump, setelah Amerika Serikat dua kali melakukan serangan dalam putaran pembicaraan sebelumnya.
Di sisi lain, tekanan dari Washington justru meningkat. Trump mengancam akan menggempur Iran hingga kembali ke “Zaman Batu” jika tidak tercapai kesepakatan, termasuk tuntutan pembukaan kembali Selat Hormuz sebelum tenggat waktu yang ia tetapkan.
Ia menegaskan bahwa batas waktu tersebut, yakni Selasa pukul 20.00 waktu setempat, merupakan tenggat akhir setelah beberapa kali perpanjangan diberikan.
“Seluruh negara bisa dilumpuhkan dalam satu malam, dan malam itu mungkin besok malam,” kata Trump, dilansir dari AP News, Selasa (7/4/2026).
AS-Israel targetkan ekonomi Iran
Di tengah meningkatnya tekanan terhadap Teheran, Israel turut memperkuat serangannya dengan menargetkan sektor ekonomi strategis Iran.
| Iran Izinkan Kapal Malaysia Lewat Selat Hormuz Gratis, Nasib Indonesia Belum Jelas |
|
|---|
| Trump Ancam Lumpuhkan Infrastruktur Iran dalam 4 Jam Jika Selat Hormuz Tak Dibuka, Dunia Waspada |
|
|---|
| Rudal Iran Hantam Kota Haifa Israel Utara, 2 Orang Tewas dan 2 Hilang, 4 Lainnya Terluka |
|
|---|
| AS–Iran Disebut Bahas Gencatan Senjata Selama 45 Hari |
|
|---|
| Trump Didesak Dilengserkan, Dianggap Mulai "Tidak Waras", Amandemen Ke-25 Diusulkan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Israel-dan-Amerika-sering-pabrik-baja-iran.jpg)