Kamis, 7 Mei 2026

Konflik Timur Tengah

Gemuruh Rudal Warnai Gencatan Senjata AS-Iran, Israel dan Teheran Masih Saling Gempur

Israel dilaporkan masih melancarkan serangan udara ke Iran, sementara Teheran terus menembakkan rudal ke arah Tel Aviv dan sejumlah wilayah.

Tayang:
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Nurul Hayati
X/The Iranian News
SERANGAN IRAN - Gambar yang diambil dari kantor berita The Iranian News menunjukkan serangan rudal Iran ke Israel. Rezim Israel telah meminta Iran, melalui mediator barat, untuk menghentikan serangan balasannya. 

Gemuruh Rudal Warnai Gencatan Senjata AS-Iran, Israel dan Teheran Masih Saling Gempur

SERAMBINEWS.COM - Situasi di kawasan Timur Tengah masih memanas meski Amerika Serikat mengklaim telah tercapai kesepakatan gencatan senjata selama dua minggu antara Washington dan Teheran. 

Serangan udara dan peluncuran rudal dilaporkan tetap terjadi di sejumlah wilayah.

Israel dilaporkan masih melancarkan serangan udara ke Iran, sementara Teheran terus menembakkan rudal ke arah Tel Aviv dan sejumlah wilayah di kawasan Teluk. 

Kondisi ini menimbulkan tanda tanya atas efektivitas kesepakatan yang diumumkan Presiden AS, Donald Trump.

Trump sebelumnya menyatakan bahwa Amerika Serikat dan Iran telah mencapai kesepakatan gencatan senjata selama dua minggu.

Seorang pejabat di Washington juga menyebutkan bahwa militer AS telah menghentikan sementara serangan udara di dalam wilayah Iran.

Di pihak Iran, Menteri Luar Negeri Seyed Abbas Araghchi menyatakan bahwa selama periode gencatan senjata, militer Iran akan berkoordinasi untuk memastikan jalur aman di Selat Hormuz.

Bahkan, media pemerintah Iran melaporkan Pemimpin Tertinggi telah memerintahkan seluruh unit militer untuk menghentikan tembakan. 

Namun, perintah tersebut disertai penegasan bahwa konflik belum sepenuhnya berakhir.

"Ini bukan berarti perang telah berakhir, tetapi semua pasukan militer harus mematuhi perintah Pemimpin Tertinggi dan menghentikan tembakan," demikian pernyataan pemerintah Iran.

Di sisi lain, kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan dukungan terhadap keputusan Trump, namun dengan syarat Iran segera membuka kembali Selat Hormuz. 

Israel juga menegaskan bahwa gencatan senjata tersebut tidak mencakup wilayah Lebanon.

Pernyataan ini bertolak belakang dengan klaim Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, yang menyebut bahwa kesepakatan berlaku secara luas, termasuk di Lebanon dan wilayah lainnya.

Meskipun kedua pihak memberikan cerita yang berbeda mengenai cakupan gencatan senjata, situasi di lapangan tetap tegang. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved