Selasa, 21 April 2026

Konflik Amerika vs Iran

Mayoritas Warga AS Dukung Pemakzulan Trump Terkait Perang Iran

Bonifaz menyebut hasil ini sebagai sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya di awal masa jabatan seorang presiden.

|
Editor: Faisal Zamzami
Tangkapan Layar YouTube ABC News/WIKIMEDIA COMMONS/ABE MCNATT
Daftar proyek Donald Trump di Indonesia, salah satu yang paling besar dari bisnis Donald Trump di Indonesia adalah proyek Lido. 

Sejumlah legislator Demokrat lainnya juga telah menyuarakan sikap serupa.

Mereka menilai ancaman terhadap Iran tetap menjadi alasan kuat untuk melanjutkan upaya pemakzulan, meskipun terdapat upaya gencatan senjata.

Baca juga: Ancaman Trump Menggema! Serangan Lebih Besar Siap Hantam Iran Jika Kesepakatan Gagal

Polarisasi politik yang tajam

Survei menunjukkan perbedaan sikap yang mencolok antar kelompok politik.

Sebanyak 84 persen pemilih Demokrat mendukung pemakzulan, dengan 78 persen di antaranya sangat mendukung.

Sebaliknya, 81 persen pemilih Partai Republik menolak, dan 77 persen di antaranya menyatakan penolakan kuat.

Sementara itu, pemilih independen cenderung mendukung pemakzulan dengan perbandingan 55 persen berbanding 34 persen.

Bonifaz mengakui kondisi politik yang sangat terpolarisasi.

“Kita berada dalam lingkungan politik yang sangat terpolarisasi, dan pola seperti ini sudah terjadi sejak lama,” katanya.

Upaya di Kongres Di tengah meningkatnya tekanan publik, sejumlah anggota Demokrat mulai mendorong langkah pemakzulan.

Anggota DPR dari Connecticut, John Larson, mengumumkan bahwa ia telah mengajukan pasal pemakzulan terhadap Trump terkait konflik Iran

Dalam pernyataannya, Larson menilai Trump telah melampaui batas.

“Donald Trump telah melampaui setiap persyaratan untuk dicopot dari jabatannya. Dan itu semakin buruk. Perang ilegalnya di Iran tidak hanya menaikkan harga-harga bagi keluarga Amerika—tetapi juga telah merenggut nyawa warga Amerika,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pernyataan Trump yang dinilai berbahaya.

 “Ucapan Paskahnya yang kasar dan tidak pantas serta ancaman-ancamannya, termasuk ‘seluruh peradaban akan mati’ dan ‘buka Selat itu… atau Anda akan hidup dalam neraka’ tidak hanya mengisyaratkan kejahatan perang, tetapi juga membahayakan keamanan kita,” lanjutnya.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved