Breaking News
Selasa, 28 April 2026

Konflik Amerika vs Iran

AS Blokade Semua Lalu Lintas Maritim ke Pelabuhan Iran, Harga Minyak Naik Tajam

Mereka memastikan akan tetap mengizinkan kapal-kapal lain yang berlayar antara pelabuhan non-Iran untuk melintasi Selat Hormuz.

|
Editor: Faisal Zamzami
Tangkap Layar X/US NAVY
KAPAL INDUK - Kapal induk USS Abraham Lincoln (kiri) saat berlayar di Selat Hormuz pada 19 November 2019. Amerika Serikat mengerahkan kapal yang biasanya mangkal di Pasifik Barat ini untuk mendekat ke Iran, di tengah tensi kedua negara yang semakin memanas. 

Seorang penasihat Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei, Ali Akbar Velayati menyatakan bahwa negaranya tidak akan bergeming dalam kendalinya atas Selat Hormuz.

Dia menekankan bahwa “kunci” menuju Hormuz yang merupakan jalur perairan penting tersebut ada di pihak mereka.

Sementara itu, penasihat senior Mojtaba Khamenei, Mohsen Rezaei menyampaikan Iran memiliki “sarana yang besar dan belum terpakai” untuk melawan blokade AS.

Rezaei juga menegaskan bahwa Iran tidak akan tertekan dengan rencana khayalan seperti itu.

Garda Revolusi Iran (IRGC) telah memperingatkan bahwa “setiap langkah yang keliru akan menjebak musuh dalam pusaran air yang mematikan” di Selat Hormuz.

Dikutip dari AlJazeera, Senin (13/4/2026), mereka menyebut bahwa kapal-kapal militer yang mendekati Selat Hormuz “akan ditindak dengan tegas”. 

Meski demikian, IRGC memastikan bahwa jalur perairan vital tersebut tetap terbuka untuk penggunaan sipil.

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, telah menanggapi ancaman Trump dengan menyerukan bahwa ancaman tersebut “tidak akan berpengaruh apa pun terhadap bangsa Iran” dan berjanji untuk “tidak akan tunduk pada ancaman apa pun”.

 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved