Senin, 13 April 2026

Konflik Amerika vs Iran

AS Blokade Semua Lalu Lintas Maritim ke Pelabuhan Iran, Harga Minyak Naik Tajam

Mereka memastikan akan tetap mengizinkan kapal-kapal lain yang berlayar antara pelabuhan non-Iran untuk melintasi Selat Hormuz.

|
Editor: Faisal Zamzami
Tangkap Layar X/US NAVY
KAPAL INDUK - Kapal induk USS Abraham Lincoln (kiri) saat berlayar di Selat Hormuz pada 19 November 2019. Amerika Serikat mengerahkan kapal yang biasanya mangkal di Pasifik Barat ini untuk mendekat ke Iran, di tengah tensi kedua negara yang semakin memanas. 

Ringkasan Berita:
  • Militer Amerika Serikat (AS) akan memulai blokade terhadap seluruh lalu lintas maritim yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran.
  • Komando Pusat AS (CENTCOM) mengumumkan bahwa blokade tersebut mulai berlaku pada Senin, 13 April 2026 pukul 17.30 waktu Iran.
  • Kebijakan ini diambil setelah perundingan gencatan senjata antara AS dan Iran di Pakistan gagal mencapai kesepakatan.

 

SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON – Militer Amerika Serikat (AS) akan memulai blokade terhadap seluruh lalu lintas maritim yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran.

Komando Pusat AS (CENTCOM) mengumumkan bahwa blokade tersebut mulai berlaku pada Senin, 13 April 2026 pukul 17.30 waktu Iran.

Kebijakan ini diambil setelah perundingan gencatan senjata antara AS dan Iran di Pakistan gagal mencapai kesepakatan.

Dikutip dari APNews, Senin (13/4/2026), Centcom menyebut blokade itu akan “diberlakukan secara adil terhadap kapal-kapal dari semua negara”.

Mereka memastikan akan tetap mengizinkan kapal-kapal lain yang berlayar antara pelabuhan non-Iran untuk melintasi Selat Hormuz.

Presiden AS Donald Trump tidak ingin Iran dapat menggunakan Selat Hormuz yang merupakan jalur perairan vital ekspor negara itu.

“Kami tidak akan membiarkan Iran meraup keuntungan dengan menjual minyak kepada pihak-pihak yang mereka sukai,” kata Trump dilansir dari NYTimes, Senin (13/4/2026).

Berkaca dari upaya itu, Trump mengulangi taktik yang baru-baru ia gunakan terhadap Venezuela untuk memutus akses negara itu dari sumber pendapatan vital mereka.

Baca juga: Iran Klaim Paksa Kapal Perang Amerika Mundur dari Selat Hormuz

Harga minyak naik tajam

Harga minyak melonjak di atas 100 dollar AS (setara Rp 1,71 juta) per barel saat pasar dibuka pada Minggu (12/4/2026) malam.

Harga minyak mentah Brent naik lebih dari tujuh persen menjadi sekitar 102 dollar AS (Rp 1.743.180) per barel.

Harga minyak mentah WIT (West Texas Intermediate) naik lebih dari delapan persen menjadi sekitar 105 dollar AS (Rp 1.794.450) per barel.

Investor dan analis menyoroti gangguan berkelanjutan terhadap pengiriman di Selat Hormuz nantinya.

Jalur perairan sempit antara Iran dan Oman itu adalah rute perdagangan vital untuk minyak dan gas alam.

Baca juga: VIDEO AS-Iran Gagal Capai Kesepakatan Damai, Isu Nuklir Jadi Fokus Utama

Tanggapan Iran

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved