AS dan Israel Serang Iran
Israel Isyaratkan Mau Lanjutkan Perang dengan Iran
Sejumlah menteri Israel secara terbuka mengisyaratkan kemungkinan dimulainya kembali serangan terhadap Iran, menyusul mandeknya upaya
SERAMBINEWS.COM - Sejumlah menteri Israel secara terbuka mengisyaratkan kemungkinan dimulainya kembali serangan terhadap Iran, menyusul mandeknya upaya diplomasi yang melibatkan Amerika Serikat.
Menteri Energi Israel Eli Cohen menegaskan bahwa opsi militer tetap berada di atas meja apabila tidak tercapai kesepakatan.
Kepada harian Yedioth Ahronoth, Cohen menyebut isu nuklir Iran sebagai persoalan internasional dan menilai sikap tegas Presiden AS Donald Trump sebagai “garis merah” yang jelas.
Baca juga: 24 Drone MQ-9 Reaper AS Ditembak Jatuh Iran, Kerugian Capai Rp12 Triliun
“Jika tidak ada kesepakatan, Iran bisa terkena,” kata Cohen, memberi sinyal keras bahwa eskalasi konflik bukan sekadar ancaman retoris.
Nada serupa juga terdengar ketika Cohen menyinggung situasi di Lebanon.
Ia menilai operasi militer Israel seharusnya tidak hanya menyasar pasukan bersenjata, tetapi juga fasilitas dan infrastruktur negara itu.
Cohen bahkan secara terang-terangan meragukan peluang keberhasilan jalur diplomasi, meski Tel Aviv dan Beirut dijadwalkan menggelar pertemuan di Washington pada 14 April untuk membahas gencatan senjata dan pembicaraan langsung.
“Saya tidak melihat peluang keberhasilan yang tinggi untuk negosiasi ini,” ujarnya lugas.
Sementara itu, Menteri Ekonomi Israel Nir Barkat menyampaikan keyakinannya bahwa Amerika Serikat akan mencapai tujuannya dalam konflik dengan Iran.
Dalam wawancara dengan Channel 14, Barkat mengklaim para pejabat Iran salah membaca tekad Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
“Mereka tidak memahami tekad kami. Kami akan kembali berperang dan mencapai tujuan,” tegas Barkat.
Dari ranah media sosial, Menteri Kebudayaan dan Olahraga Israel Miki Zoha menulis di platform X bahwa desakan Washington untuk mencegah Iran memiliki senjata nuklir mencerminkan koordinasi erat dengan Israel.
Ia menegaskan Tel Aviv dan Washington akan melakukan apa pun untuk menghentikan ambisi nuklir Teheran.
Konflik ini telah menelan korban besar. Sejak 28 Februari, lebih dari 3.300 orang dilaporkan tewas akibat serangan udara AS–Israel di Iran.
Teheran membalas dengan melancarkan serangan ke Israel, Irak, Yordania, serta negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer Amerika Serikat, sebelum gencatan senjata dua pekan diumumkan awal pekan ini.
Namun harapan meredanya ketegangan kembali pupus setelah delegasi Iran dan AS mengakhiri perundingan selama 21 jam di Islamabad, Pakistan, Minggu pagi, tanpa mencapai kesepakatan.
Situasi ini memperkuat kekhawatiran bahwa kawasan tersebut kembali berada di ambang babak baru konflik berskala besar.(*)
| Trump: Iran Tak Bisa Lagi Jual Minyak, Blokade Laut Didukung Banyak Negara |
|
|---|
| Iran akan Melawan Blokade Laut AS di Selat Hormuz |
|
|---|
| Militer AS akan Blokade Semua Pelabuhan Iran Mulai Senin, Harga Minyak Langsung Melonjak |
|
|---|
| Trump Hadapi Pilihan Sulit Usai Gagalnya Negosiasi dengan Iran |
|
|---|
| Netanyahu Berulang Kali Tekan Presiden AS untuk Serang Iran, hanya Trump yang Setuju |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Ribuan-rudal-Iran-ditembakan-ke-Israel.jpg)