Kamis, 7 Mei 2026

Topan Super Sinlaku, Badai Terkuat di Planet Ini Akan Menghantam Tiga Pulau di Dekat Indonesia Timur

Badai tersebut kini bergerak menuju wilayah Kepulauan Mariana Utara yang berlokasi di Samudra Pasifik Barat, tidak jauh dari kawasan timur Indonesia.

Tayang:
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Nur Nihayati
Zoom Earth
Topan super dengan nama ‘Topan Super Sinlaku’ dilaporkan menjadi badai terkuat di planet ini pada tahun ini. 

Topan Super Sinlaku, Badai Terkuat di Planet Ini Akan Menghantam Tiga Pulau di Dekat Indonesia Timur

SERAMBINEWS.COM – Topan super dengan nama ‘Topan Super Sinlaku’ dilaporkan menjadi badai terkuat di planet ini pada tahun ini.

Kecepatan angin berkelanjutan mencapai sekitar 289 km/jam dan hembusan hingga 354 km/jam. 

Badai tersebut kini bergerak menuju wilayah Kepulauan Mariana Utara yang berlokasi di Samudra Pasifik Barat, tidak jauh dari kawasan timur Indonesia.

Dalam 48 jam ke depan, sekitar 50.000 penduduk di tiga pulau utama, yakni Pulau Rota, Pulau Tinian, dan Pulau Saipan, diperkirakan menghadapi ancaman serius dari badai kategori tinggi.

Secara geografis, wilayah terdampak berada sekitar 2.100 hingga 2.200 kilometer dari Jayapura, Papua (Indonesia timur).

Jarak itu setara jarak antara Banda Aceh, Aceh ke Semarang, Jawa Tengah.

Kepulauan Mariana Utara adalah kepulauan berbentuk busur yang merupakan wilayah Amerika Serikat, terletak sekitar 9.654 km sebelah barat San Francisco dan lebih dekat ke Tokyo, Jepang daripada Honolulu.

Warga Amerika di pulau tersebut menghadapi risiko terkena badai kategori 4 atau 5.

Berdasarkan analisis terbaru, Sinlaku diperkirakan telah mencapai puncak intensitasnya. 

Meski diprediksi melemah saat mendekati daratan, model cuaca masih menunjukkan potensi angin kencang berkelanjutan di kisaran 250–260 km/jam saat badai mendekati wilayah tersebut pada Senin (13/4/2026) malam hingga Selasa (14/4/2026).

Lintasan badai dalam 24 jam terakhir juga mengalami pergeseran ke arah utara. 

Model terkini menunjukkan badai berpotensi melintas dekat atau tepat di atas Pulau Tinian, yang berada di antara Rota dan Saipan. 

Perubahan kecil dalam jalur badai dapat menentukan wilayah mana yang akan mengalami dampak paling parah.

Menurut perkiraan saat ini, Sinlaku dapat mendarat langsung di Kepulauan Mariana Utara, khususnya Pulau Rota dan Tinian, pada pagi hari tanggal 14 April 2026. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved