Rabu, 15 April 2026

AS dan Israel Serang Iran

Iran Tuntut Ganti Rugi Perang dari Negara-negara Arab 

Teheran kembali menaikkan tensi politik kawasan. Iran secara terbuka menuntut ganti rugi perang dari sejumlah negara Arab yang dituding terlibat dalam

Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/MEDSOS
Serangan besar-besaran yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran kian meluas dan intens. 
Ringkasan Berita:
  • Pernyataan keras itu disampaikan Wakil Tetap Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Amir Saeid Iravani, yang menegaskan bahwa Teheran menuntut kompensasi dari lima negara regional, yakni Bahrain, Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Yordania.
  • Menurut Iravani, negara-negara tersebut diduga berkontribusi secara langsung maupun tidak langsung dalam perang yang dipimpin Amerika Serikat bersama Israel.

 

SERAMBINEWS.COM - Teheran kembali menaikkan tensi politik kawasan. Iran secara terbuka menuntut ganti rugi perang dari sejumlah negara Arab yang dituding terlibat dalam konflik bersenjata yang dipimpin Amerika Serikat dan Israel terhadap Republik Islam tersebut.

Pernyataan keras itu disampaikan Wakil Tetap Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Amir Saeid Iravani, yang menegaskan bahwa Teheran menuntut kompensasi dari lima negara regional, yakni Bahrain, Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Yordania.

Menurut Iravani, negara-negara tersebut diduga berkontribusi secara langsung maupun tidak langsung dalam perang yang dipimpin Amerika Serikat bersama Israel.

Baca juga: Muncul Opsi AS Tawarkan Jeda Sementara Nuklir Iran Selama 20 Tahun, Teheran Menolak

Ia juga mengecam keras blokade maritim terhadap Iran, menyebutnya sebagai “pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah negara.”

Iran, kata Iravani, menempatkan Amerika Serikat sebagai pihak yang bertanggung jawab penuh atas tindakan yang dinilai melanggar hukum internasional, termasuk seluruh dampaknya terhadap stabilitas, perdamaian, serta keamanan regional dan global.

Kedaulatan Selat Hormuz Jadi Kunci

Isu ganti rugi ini kian menguat setelah Wakil Presiden Iran, Mohammad Reza Aref, menegaskan kedaulatan penuh Iran atas Selat Hormuz.

Ia menyebut jalur vital perdagangan energi dunia itu sebagai “jaminan mendasar hak-hak rakyat Iran,” terutama dalam konteks klaim kompensasi perang.

Aref menekankan bahwa posisi strategis dan legal Selat Hormuz merupakan bagian tak terpisahkan dari kepentingan nasional Iran. Ia juga menyoroti persatuan nasional sebagai “modal negara yang sesungguhnya” dalam memperkuat posisi Iran di tengah tekanan internasional.

Seruan Tutup Pangkalan AS

Nada konfrontatif Teheran tak berhenti di situ. Pemimpin baru Iran, Sayyed Mojtaba Khamenei, bulan lalu mendesak negara-negara Asia Barat untuk meninjau ulang keberadaan pangkalan militer Amerika di wilayah mereka.

Ia memperingatkan bahwa kehadiran pasukan asing justru menjadi sumber ketidakstabilan dan membuka jalan bagi intervensi eksternal. Iran pun menyerukan penutupan instalasi militer AS serta menuntut kompensasi atas kerusakan yang ditimbulkan selama serangan terhadap wilayahnya.

Teheran berpendapat, keamanan regional sejati hanya bisa terwujud tanpa kehadiran permanen militer asing di Telu, sebuah klaim yang berpotensi memperuncing dinamika geopolitik Timur Tengah dalam waktu dekat.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved