Jumat, 15 Mei 2026

Nasib 16 Mahasiswa FH UI Diduga Terlibat Pelecehan Seksual, Korban Capai 27 Orang

“Untuk permohonan maaf itu disampaikan oleh 16 pelaku. Dan untuk statusnya, mereka semua mengakui perbuatan mereka,” ujar Dimas.

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
SERAMBI INDONESIA
ilustrasi pelecehan 

SERAMBINEWS.COM, DEPOK – Kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan 16 mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI) kembali menjadi sorotan publik.

 Para terduga pelaku disebut bukan hanya merupakan mahasiswa aktif, tetapi juga memiliki posisi atau jabatan di berbagai organisasi kemahasiswaan di lingkungan kampus.

Hal ini disampaikan oleh kuasa hukum korban, Timotius Rajagukguk, dalam konferensi pers yang digelar di lingkungan Kampus Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat, pada Selasa (14/4/2026).

Menurutnya, posisi para terduga pelaku di struktur organisasi kampus menjadi salah satu faktor yang membuat korban merasa takut untuk melapor.

“Ini sangat-sangat tidak mudah untuk korban. Kenapa? Karena pelaku ada 16 orang. Semua memiliki jabatan di kampus,” ujar Timotius.

Ia menjelaskan bahwa relasi kuasa di lingkungan akademik dan organisasi tersebut menciptakan tekanan psikologis bagi para korban.

Para korban disebut khawatir akan mengalami intimidasi, pengucilan, atau bahkan diskreditasi apabila melaporkan kejadian yang mereka alami.

 

Baca juga: Polres Bireuen Tangkap Pelaku Pelecehan Seksual terhadap Anak di Bawah Umur


Korban Didominasi Mahasiswi dan Dosen FH UI

Berdasarkan keterangan kuasa hukum, jumlah korban dalam kasus ini mencapai 27 orang yang seluruhnya berasal dari lingkungan Fakultas Hukum Universitas Indonesia.

Dari jumlah tersebut, 20 orang merupakan mahasiswi, sementara 7 lainnya adalah dosen.

Timotius menyebutkan bahwa para korban berasal dari berbagai tingkat dan angkatan, termasuk teman sekelas, adik tingkat, hingga kakak tingkat para terduga pelaku.

Kondisi ini, menurutnya, membuat situasi di lingkungan kampus menjadi tidak nyaman bagi para korban.

“Jadi kita semua bisa bayangkan bagaimana rasanya mereka dari tahun 2025 setiap kali masuk ke kampus, setiap kali masuk kelas,” katanya.

Ia menambahkan bahwa para korban bahkan menyebut adanya komunikasi bernuansa pelecehan yang dilakukan melalui grup percakapan privat, sehingga membuat mereka terus merasa tertekan dalam aktivitas akademik sehari-hari.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved