OPM Tembak Tiga Warga Sipil di Puncak, Korban Perempuan dan Anak-anak Dievakuasi ke RSUD Mulia
“Para korban sudah berada di RSUD Mulia dan saat ini masih dalam perawatan. Kondisinya sadar,” tambahnya.
Ringkasan Berita:
- Aksi kekerasan yang diduga dilakukan oleh kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) kembali terjadi di wilayah Papua Tengah.
- Kali ini, penembakan menyasar warga sipil di Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, pada Rabu (15/4/2026).
- Peristiwa tersebut dilaporkan oleh Kepala Suku Kampung Tirineri, Dianus Enumbi, kepada aparat keamanan pada pagi hari.
- Berdasarkan laporan itu, tiga warga sipil menjadi korban, terdiri dari seorang perempuan dan dua anak-anak.
SERAMBINEWS.COM, JAYAPURA – Aksi kekerasan yang diduga dilakukan oleh kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) kembali terjadi di wilayah Papua Tengah.
Kali ini, penembakan menyasar warga sipil di Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, pada Rabu (15/4/2026).
Peristiwa tersebut dilaporkan oleh Kepala Suku Kampung Tirineri, Dianus Enumbi, kepada aparat keamanan pada pagi hari.
Berdasarkan laporan itu, tiga warga sipil menjadi korban, terdiri dari seorang perempuan dan dua anak-anak.
Kapendam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, menjelaskan bahwa para korban mengalami luka akibat tembakan dan segera dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis.
“Setelah menerima laporan, personel Satgas TNI bersama Kodim 1714/Puncak Jaya dan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Puncak Jaya langsung bergerak ke lokasi untuk mengevakuasi korban,” ujar Tri Purwanto saat memberikan keterangan di Jayapura, Rabu siang.
Ketiga korban kemudian dibawa ke RSUD Mulia untuk mendapatkan perawatan intensif. Hingga saat ini, kondisi korban dilaporkan dalam keadaan sadar dan masih menjalani penanganan medis.
Baca juga: Aksi Penembakan di Tembagapura, 1 Orang Tewas dan 6 Terduga Anggota OPM Ditangkap
“Para korban sudah berada di RSUD Mulia dan saat ini masih dalam perawatan. Kondisinya sadar,” tambahnya.
Pihak TNI menyayangkan insiden penembakan tersebut, terutama karena korban merupakan warga sipil yang seharusnya dilindungi dari segala bentuk kekerasan.
“Warga sipil seharusnya dilindungi, bukan justru menjadi sasaran tindakan kekerasan,” tegasnya.
Pasca kejadian ini, aparat keamanan meningkatkan kewaspadaan di wilayah tersebut.
Masyarakat juga diimbau untuk tetap berhati-hati serta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila mengetahui informasi atau kejadian mencurigakan.
Hingga kini, aparat masih melakukan pendalaman terkait pelaku penembakan serta memastikan kondisi keamanan di Distrik Sinak tetap terkendali.
Baca juga: Truk Bawa Barang Kelontong Terbalik di Lhokseumawe, Begini Kronologisnya
Baca juga: Bantai SKS, Harimau Kupas Melaju ke Semifinal Turnamen Voli Kapolres Lhokseumawe Cup
Sudah tayang di Kompas.com
| TNI AD Rencanakan Pembentukan Batalyon Teritorial Pembangunan di Setiap Kabupaten, Ini Tujuannya |
|
|---|
| Tim Wasev Mabesad Tinjau TMMD Ke-128 Kodim Abdya, Tekankan Pentingnya Kolaborasi Pemerintah-TNI |
|
|---|
| Jailani Usman: Kebakaran di Pardede Terbesar di Lhokseumawe, Pemko Harus Fokus Bantu Korban |
|
|---|
| VIDEO - Viral! Gatot Nurmantyo Bongkar Alasan Dicopot Joko Widodo dari Panglima TNI |
|
|---|
| Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran 77 Rumah di Pardede Lhokseumawe |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/tentara-opmkkb-di-papua-senaf-soll-anggota-tni-yang-membelot-kkb-di-papua.jpg)