Jumat, 17 April 2026

AS dan Israel Serang Iran

Uranium Iran Jadi Target Baru, AS Dihadapkan Operasi Militer Paling Rumit

Pernyataan mengejutkan datang dari Presiden AS Donald Trump. Ia mengatakan Amerika Serikat siap “mengambil” stok uranium yang diperkaya

Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/MEDSOS
Iran dilaporkan membangun penghalang fisik besar-besaran di salah satu jantung program nuklirnya, kompleks bawah tanah di Isfahan. Langkah ini muncul di tengah meningkatnya ancaman operasi darat Amerika Serikat atau Israel untuk merebut cadangan uranium Iran yang diperkaya hingga tingkat tinggi. 

“Anda tidak ingin melepaskan material itu ke lingkungan sekitar dan menciptakan kontaminasi radioaktif,” ujarnya.

Ia juga berpendapat bahwa di bawah tekanan operasi udara AS yang berkelanjutan, langkah Iran menuju senjata nuklir akan sangat sulit dilakukan tanpa terdeteksi.

Dalam jangka panjang, para pakar sepakat bahwa solusi paling aman bukan sekadar militer. Pengamanan uranium menuntut verifikasi internasional, akses berkelanjutan ke lokasi penyimpanan, serta pengurangan kadar pengayaan ke tingkat sipil.

Davenport menyebut International Atomic Energy Agency sebagai opsi terbaik untuk kembali memantau dan menghitung stok uranium Iran dengan downblending sebagai jalan teknis yang relatif paling aman.

Namun, baik penyitaan fisik maupun pengawasan internasional sama-sama bergantung pada kondisi politik yang saat ini belum ada.

Sementara AS mengklaim keberhasilan melemahkan jaringan rudal Iran untuk mengurangi “perisai” terhadap potensi pelanggaran nuklir, satu hal tetap jelas: menekan rudal dan mengendalikan uranium adalah dua tantangan berbeda dan yang terakhir jauh lebih sulit.(*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved