AS dan Israel Serang Iran
Uranium Iran Jadi Target Baru, AS Dihadapkan Operasi Militer Paling Rumit
Pernyataan mengejutkan datang dari Presiden AS Donald Trump. Ia mengatakan Amerika Serikat siap “mengambil” stok uranium yang diperkaya
“Anda tidak ingin melepaskan material itu ke lingkungan sekitar dan menciptakan kontaminasi radioaktif,” ujarnya.
Ia juga berpendapat bahwa di bawah tekanan operasi udara AS yang berkelanjutan, langkah Iran menuju senjata nuklir akan sangat sulit dilakukan tanpa terdeteksi.
Dalam jangka panjang, para pakar sepakat bahwa solusi paling aman bukan sekadar militer. Pengamanan uranium menuntut verifikasi internasional, akses berkelanjutan ke lokasi penyimpanan, serta pengurangan kadar pengayaan ke tingkat sipil.
Davenport menyebut International Atomic Energy Agency sebagai opsi terbaik untuk kembali memantau dan menghitung stok uranium Iran dengan downblending sebagai jalan teknis yang relatif paling aman.
Namun, baik penyitaan fisik maupun pengawasan internasional sama-sama bergantung pada kondisi politik yang saat ini belum ada.
Sementara AS mengklaim keberhasilan melemahkan jaringan rudal Iran untuk mengurangi “perisai” terhadap potensi pelanggaran nuklir, satu hal tetap jelas: menekan rudal dan mengendalikan uranium adalah dua tantangan berbeda dan yang terakhir jauh lebih sulit.(*)
| AS Tolak Usulan Moskow, Rusia Siap Angkut Uranium Iran demi Redakan Konflik Timur Tengah |
|
|---|
| Berperilaku Mengkhawatirkan, Mantan Dokter Gedung Putih Nilai Trump Perlu Evaluasi Medis |
|
|---|
| Iran Pakai Satelit Buatan China untuk Intai dan Serang Basis Militer AS di Timur Tengah |
|
|---|
| 10 Ribu Pasukan Tambahan Menuju Timur Tengah, Iran Ancam Tenggelamkan Kapal AS di Selat Hormuz |
|
|---|
| Trump Isyaratkan 'Hari Penentu' bagi Iran, Gencatan Senjata tak akan Diperpanjang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/uranium-90ikl.jpg)