Minggu, 19 April 2026

Berkaca dari Banjir Aceh 2025, TDMRC USK Kembangkan Riset Pangan Darurat

Langkah ini diambil sebagai respons atas kondisi keterbatasan yang kerap dihadapi saat bencana terjadi, terutama dalam pemenuhan kebutuhan pangan.

|
Editor: Yocerizal
for serambinews
FOTO BERSAMA - Peserta kegiatan kelas singkat Divisi Pangan Darurat Bencana TDMRC USK berfoto bersama usai mengikuti pemaparan materi teknik sterilisasi pangan darurat secara daring di Banda Aceh, Kamis (16/4/2026). Kegiatan ini menjadi langkah awal penguatan riset pangan darurat bencana di lingkungan Universitas Syiah Kuala. 

Ringkasan Berita:
  • TDMRC USK membentuk Divisi Pangan Darurat Bencana di usia ke-20 sebagai respons atas keterbatasan pangan saat bencana, berkaca dari banjir 2025.
  • Riset dikembangkan melalui kolaborasi lintas disiplin dan kerja sama dengan IPB University, termasuk produksi nasi instan dan pelatihan teknik sterilisasi.
  • Ke depan, TDMRC menargetkan pembangunan laboratorium standar BPOM agar dapat menjadi pusat produksi pangan darurat di Aceh.

 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH -  Bencana banjir yang melanda Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara pada 2025 masih membekas dalam ingatan. 

Meski penanganan telah memasuki tahap rehabilitasi dan rekonstruksi, sebagian korban masih menempati hunian sementara (huntara) dengan berbagai keterbatasan.

Kondisi tersebut menjadi refleksi bagi Unit Pelaksana Teknis Tsunami Disaster Mitigation Research Center Universitas Syiah Kuala (TDMRC USK) untuk memperkuat peran riset kebencanaan, khususnya dalam aspek pangan darurat.

TDMRC USK sendiri merupakan pusat riset yang didirikan pascatsunami Aceh pada 30 Oktober 2006. Sejak awal, riset difokuskan pada bidang kebencanaan seperti mitigasi, infrastruktur, dan bahaya geologi. Dalam perjalanannya, TDMRC mengawali dengan 10 divisi.

Memasuki usia ke-20, TDMRC USK menambah satu divisi baru, yakni Divisi Pangan Darurat Bencana. Langkah ini diambil sebagai respons atas kondisi keterbatasan yang kerap dihadapi saat bencana terjadi, terutama dalam pemenuhan kebutuhan pangan.

Sebelumnya, TDMRC USK telah melakukan workshop, produksi, dan distribusi nasi instan bekerja sama dengan IPB University pada Desember 2025.

Sebagai tindak lanjut, TDMRC kembali menggelar kegiatan internal berupa kelas singkat yang dilaksanakan secara daring. Kegiatan ini menghadirkan Tjahja Muhandri, staf pengajar Fakultas Teknik dan Teknologi IPB University, dengan topik: Teknik Sterilisasi untuk Produksi Pangan Darurat Bencana.

Direktur TDMRC USK, Syamsidik, menyatakan kegiatan tersebut menjadi langkah awal penguatan riset di divisi baru tersebut.

“Kegiatan ini merupakan pendorong bagi tim Divisi Pangan Darurat Bencana untuk memulai kegiatan penelitian dan pengabdian divisi pada periode 2026 ini,” ujar Syamsidik. 

“Berharap penuh fasilitas laboratorium yang sudah disediakan dapat difungsikan maksimal baik oleh dosen maupun mahasiswa USK,” tambahnya.

Baca juga: Penyusunan Profil dan Rencana Pengelolaan Keanekaragaman Hayati Aceh 2026–2030 Dimulai di Banda Aceh

Baca juga: 200 Ribu Lebih Anak Aceh Tak Tersentuh Imunisasi Selama 2021–2025

Tim riset yang diketuai oleh Satriana melibatkan kolaborasi lintas program studi di USK, yakni Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, Teknologi Industri Hasil Perikanan, Pendidikan Tata Boga, serta Teknik Kimia.

“Dengan kolaborasi ini, diharapkan USK khususnya TDMRC bisa mengambil peran dalam produksi pangan darurat bencana,” ujar Satriana. 

Ia menambahkan, kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 16 April 2026 itu bersifat internal dan diikuti 20 peserta dari kalangan dosen dan mahasiswa.

Pangan Darurat

Dalam pemaparannya, Tjahja menjelaskan definisi pangan darurat sebagai makanan yang siap dikonsumsi saat terjadi bencana.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved