Minggu, 26 April 2026

AS dan Israel Serang Iran

Iran Tegas, Tak Ada Uranium Diperkaya yang akan Dipindahkan ke AS

Pemerintah Iran dengan tegas membantah klaim Presiden Donald Trump yang menyebut uranium diperkaya milik Teheran akan “dipindahkan” ke Amerika

Editor: Ansari Hasyim
MAXAR TECHNOLOGIES
IRAN DISERANG - Foto dari satelit Maxar memperlihatkan lokasi salah satu situs nuklir Iran. Israel pada Jumat (20/6/2025) menyerang fasilitas nuklir Isfahan di Iran untuk kali kedua, ketika perang memasuki hari kesembilan. 
Ringkasan Berita:
  • Bantahan itu disampaikan Kementerian Luar Negeri Iran pada Jumat, menegaskan bahwa isu penyerahan uranium tidak pernah masuk dalam agenda perundingan apa pun.
  • “Uranium yang diperkaya milik Iran tidak akan dipindahkan ke mana pun,” ujar juru bicara Kemenlu Iran, Esmaeil Baqaei, kepada televisi pemerintah.

 

SERAMBINEWS.COM - Pemerintah Iran dengan tegas membantah klaim Presiden Donald Trump yang menyebut uranium diperkaya milik Teheran akan “dipindahkan” ke Amerika Serikat.

Bantahan itu disampaikan Kementerian Luar Negeri Iran pada Jumat, menegaskan bahwa isu penyerahan uranium tidak pernah masuk dalam agenda perundingan apa pun.

“Uranium yang diperkaya milik Iran tidak akan dipindahkan ke mana pun,” ujar juru bicara Kemenlu Iran, Esmaeil Baqaei, kepada televisi pemerintah.

Ia menambahkan, “Pemindahan uranium diperkaya Iran ke Amerika Serikat tidak pernah dibahas dalam negosiasi.”

Pernyataan tersebut muncul setelah Trump menulis di platform Truth Social bahwa AS akan mendapatkan seluruh “debu nuklir” yang dihasilkan dari serangan udara AS tahun lalu, sebuah klaim yang langsung memicu reaksi keras dari Teheran.

Baqaei menekankan, fokus pembicaraan terbaru antara Washington dan Teheran telah bergeser.

“Jika sebelumnya perundingan berkutat pada isu nuklir, kini pembahasan diarahkan pada upaya mengakhiri perang, sehingga spektrum topik menjadi lebih luas dan beragam,” katanya.

Iran, lanjutnya, memprioritaskan rencana 10 poin pencabutan sanksi serta kompensasi atas kerusakan akibat perang.

Laporan media AS Axios sebelumnya menyebut Washington dan Teheran tengah membahas skema yang mencakup pembebasan dana Iran senilai US$20 miliar yang dibekukan, sebagai imbalan penyerahan stok uranium diperkaya. Namun, bantahan Iran membuat masa depan wacana tersebut kian kabur.

Status Uranium Iran Masih Tanda Tanya

Di lapangan, Iran masih diyakini menyimpan uranium yang diperkaya hingga 60 persen mendekati ambang 90 persen untuk senjata nuklir serta stok lain pada level 20 persen.

Sebelum serangan AS pada Juni 2025, International Atomic Energy Agency memperkirakan Iran memiliki sekitar 970 pon uranium diperkaya 60 persen, jauh di atas batas 3,67 persen yang ditetapkan kesepakatan nuklir 2015.

Sejak serangan tersebut, nasib stok uranium itu tetap tak jelas. Teheran menolak memberi akses kepada inspektur IAEA ke lokasi-lokasi yang rusak akibat serangan AS dan Israel menambah lapisan ketidakpastian dalam krisis yang terus memanas.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved