Konflik Amerika vs Iran
Total 3.400 Orang Tewas dalam Konflik Iran dengan AS dan Israel, Data Terus Bertambah
Konflik sendiri diketahui mulai meletus pada akhir Februari 2026 dan masih menyisakan ketegangan di kawasan.
Ringkasan Berita:
- Kepala Yayasan Martir dan Urusan Veteran, Ahmad Mousavi, dalam keterangannya kepada kantor berita ISNA menyebutkan bahwa sebanyak 3.468 orang telah dinyatakan sebagai “martir” yang gugur dalam konflik terbaru tersebut.
- Sebelumnya, data resmi dari Kepala Organisasi Kedokteran Forensik Iran yang dirilis pada 12 April mencatat jumlah korban tewas sebanyak 3.375 orang.
- Angka ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam hitungan korban dalam beberapa hari terakhir.
SERAMBINEWS.COM, TEHERAN – Yayasan Martir dan Urusan Veteran di Iran yang dikelola pemerintah kembali memperbarui jumlah korban tewas akibat konflik bersenjata dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Hingga kini, total korban meninggal dunia dilaporkan mencapai sekitar 3.400 orang.
Berdasarkan laporan yang dikutip dari AFP pada Minggu (19/4/2026), pembaruan ini disampaikan di tengah situasi gencatan senjata yang telah berlangsung selama dua minggu.
Konflik sendiri diketahui mulai meletus pada akhir Februari 2026 dan masih menyisakan ketegangan di kawasan.
Kepala Yayasan Martir dan Urusan Veteran, Ahmad Mousavi, dalam keterangannya kepada kantor berita ISNA menyebutkan bahwa sebanyak 3.468 orang telah dinyatakan sebagai “martir” yang gugur dalam konflik terbaru tersebut.
Sebelumnya, data resmi dari Kepala Organisasi Kedokteran Forensik Iran yang dirilis pada 12 April mencatat jumlah korban tewas sebanyak 3.375 orang.
Angka ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam hitungan korban dalam beberapa hari terakhir.
Sementara itu, laporan dari HRANA yang berbasis di AS pada 7 April mengungkapkan angka yang lebih tinggi.
Menurut mereka, sedikitnya 3.636 orang telah tewas, dengan rincian 1.701 warga sipil—termasuk setidaknya 254 anak-anak—serta 1.221 personel militer.
Selain itu, sekitar 714 korban lainnya belum dapat diklasifikasikan statusnya.
Baca juga: Situasi AS–Iran Memanas, Trump Rapat dengan Direktur CIA dan Menhan, Perang Bakal Lanjut
Perbedaan angka ini menunjukkan adanya kesulitan dalam memperoleh data yang akurat di tengah situasi konflik.
Pembatasan akses informasi serta kondisi keamanan di lapangan membuat proses verifikasi independen menjadi sangat terbatas.
Hingga saat ini, pihak AFP menyatakan tidak dapat mengakses langsung lokasi serangan maupun melakukan verifikasi mandiri terhadap jumlah korban di Iran.
Situasi tersebut menambah kompleksitas dalam memahami skala sebenarnya dari dampak perang yang terjadi.
Meski gencatan senjata sementara telah diberlakukan, ketegangan antara Iran, AS, dan Israel masih belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir sepenuhnya.
Banyak pihak menilai konflik ini berpotensi kembali memanas jika tidak ada upaya diplomasi yang lebih konkret dalam waktu dekat.
| Situasi AS–Iran Memanas, Trump Rapat dengan Direktur CIA dan Menhan, Perang Bakal Lanjut |
|
|---|
| Meski Berunding, Iran Tegaskan Tak Percaya AS, Siap Bertempur Kapan Pun, Militer Siaga Penuh |
|
|---|
| AS Klaim Pertahanan Iran Sudah Lumpuh, Laporan Intelijen Ungkap Fakta Sebaliknya |
|
|---|
| AS Bersiap Kejar Kapal Iran di Seluruh Dunia, Tak Hanya Blokade |
|
|---|
| Iran Resmi Tutup Kembali Selat Hormuz, Berlaku hingga AS Hentikan Blokade, Trump Ngamuk |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Bendera-Iran-dikibarkan-di-antara-reruntuhan-gedung-di-Teheran.jpg)