MENYAPA NUSANTARA
Menenun Pengabdian di Tanah Suci
Di pundak mereka tertitip harapan ratusan ribu peziarah dari Indonesia yang rindu menunaikan rukun Islam
Wamenhaj Dahnil menggarisbawahi bahwa penggunaan media sosial bagi petugas haji hanya untuk kepentingan syiar dan edukasi.
Jika seorang petugas mengangkat gawainya, biarlah itu untuk membagikan informasi krusial, seperti mengedukasi cuaca terkini, memberikan tips menjaga kesehatan jelang puncak haji di Arafah, atau memandu rute bus shalawat.
Segala bentuk publikasi harus bermuara pada kemaslahatan jamaah, bukan untuk mengangkat pamor pribadi. Kesombongan dan niat pamer di Tanah Suci hanya akan menggugurkan pahala dari prinsip agung "Tugasku Ibadahku" yang telah dibangun dengan susah payah.
Kini, para petugas Daker Makkah telah tiba, melengkapi formasi saudara-saudara mereka di Daker Bandara dan Daker Madinah. Jaringan pelayanan telah paripurna, bersiap menyambut jutaan doa yang akan dilangitkan oleh pengibadah haji.
Semoga Allah SWT senantiasa menitipkan kekuatan, kesehatan, dan keikhlasan yang tak bertepi bagi seluruh petugas haji Indonesia.
Biarlah kelelahan dan kurang tidur mereka menjadi saksi di Hari Akhir kelak, bahwa di Tanah Suci, mereka telah menenun pengabdian terbaiknya. (ant)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/antara-240426-b.jpg)