Sabtu, 2 Mei 2026

Timur Tengah

Israel Bunuh Ibu Hamil dan Dua Anaknya di Gaza

Seorang wanita hamil bersama dua anaknya tewas dalam serangan yang menghantam sebuah bangunan perumahan di Beit Lahia, Jalur Gaza bagian utara

Tayang:
Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/anadoulu agency
Kerabat keluarga al-Tanani berduka selama upacara pemakaman di Rumah Sakit Shifa untuk seorang ibu yang mengandung anak kembar dan dua anaknya, yang tewas dalam serangan udara Israel di rumah mereka di Beit Lahiya, meskipun gencatan senjata sedang berlangsung, di Kota Gaza, Palestina pada 25 April 2026. 
Ringkasan Berita:
  • Korban diidentifikasi oleh Khaled El-Tanani, suami sekaligus ayah dari para korban. Ia menyebut keluarganya meyakini lokasi tersebut merupakan kawasan aman.
  • Menurutnya, serangan terjadi saat periode gencatan senjata yang telah diumumkan, menunjukkan situasi yang masih sangat berbahaya dan tidak menentu bagi warga sipil di wilayah tersebut.

 

SERAMBINEWS.COM – Seorang wanita hamil bersama dua anaknya tewas dalam serangan yang menghantam sebuah bangunan perumahan di Beit Lahia, Jalur Gaza bagian utara, Sabtu, sebagaimana dilaporkan Anadolu.

Korban diidentifikasi oleh Khaled El-Tanani, suami sekaligus ayah dari para korban. Ia menyebut keluarganya meyakini lokasi tersebut merupakan kawasan aman.

Menurutnya, serangan terjadi saat periode gencatan senjata yang telah diumumkan, menunjukkan situasi yang masih sangat berbahaya dan tidak menentu bagi warga sipil di wilayah tersebut.

Baca juga: Israel Tetapkan “Garis Kuning” di Lebanon Selatan Seperti di Gaza, Turki: Ekspansi Wilayah

Usai kejadian, salat jenazah bagi para korban dilaksanakan di Rumah Sakit Al-Shifa.

Serangan ini terjadi di tengah dugaan pelanggaran Israel terhadap perjanjian gencatan senjata yang berlaku sejak Oktober 2025. Konflik yang berlangsung telah menyebabkan lebih dari 72.000 warga Palestina tewas dan lebih dari 172.000 lainnya terluka, dengan mayoritas korban merupakan perempuan dan anak-anak.

Pada 14 April, Kantor Media Gaza melaporkan bahwa Israel telah melakukan sekitar 2.400 pelanggaran gencatan senjata, termasuk pembunuhan, penangkapan, blokade, serta kebijakan yang memicu krisis kemanusiaan.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan Gaza menyebutkan bahwa pelanggaran yang terus terjadi telah mengakibatkan 972 warga Palestina meninggal dunia dan 2.235 lainnya mengalami luka-luka. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved