Timur Tengah
Israel Bunuh Ibu Hamil dan Dua Anaknya di Gaza
Seorang wanita hamil bersama dua anaknya tewas dalam serangan yang menghantam sebuah bangunan perumahan di Beit Lahia, Jalur Gaza bagian utara
Ringkasan Berita:
- Korban diidentifikasi oleh Khaled El-Tanani, suami sekaligus ayah dari para korban. Ia menyebut keluarganya meyakini lokasi tersebut merupakan kawasan aman.
- Menurutnya, serangan terjadi saat periode gencatan senjata yang telah diumumkan, menunjukkan situasi yang masih sangat berbahaya dan tidak menentu bagi warga sipil di wilayah tersebut.
SERAMBINEWS.COM – Seorang wanita hamil bersama dua anaknya tewas dalam serangan yang menghantam sebuah bangunan perumahan di Beit Lahia, Jalur Gaza bagian utara, Sabtu, sebagaimana dilaporkan Anadolu.
Korban diidentifikasi oleh Khaled El-Tanani, suami sekaligus ayah dari para korban. Ia menyebut keluarganya meyakini lokasi tersebut merupakan kawasan aman.
Menurutnya, serangan terjadi saat periode gencatan senjata yang telah diumumkan, menunjukkan situasi yang masih sangat berbahaya dan tidak menentu bagi warga sipil di wilayah tersebut.
Baca juga: Israel Tetapkan “Garis Kuning” di Lebanon Selatan Seperti di Gaza, Turki: Ekspansi Wilayah
Usai kejadian, salat jenazah bagi para korban dilaksanakan di Rumah Sakit Al-Shifa.
Serangan ini terjadi di tengah dugaan pelanggaran Israel terhadap perjanjian gencatan senjata yang berlaku sejak Oktober 2025. Konflik yang berlangsung telah menyebabkan lebih dari 72.000 warga Palestina tewas dan lebih dari 172.000 lainnya terluka, dengan mayoritas korban merupakan perempuan dan anak-anak.
Pada 14 April, Kantor Media Gaza melaporkan bahwa Israel telah melakukan sekitar 2.400 pelanggaran gencatan senjata, termasuk pembunuhan, penangkapan, blokade, serta kebijakan yang memicu krisis kemanusiaan.
Sementara itu, Kementerian Kesehatan Gaza menyebutkan bahwa pelanggaran yang terus terjadi telah mengakibatkan 972 warga Palestina meninggal dunia dan 2.235 lainnya mengalami luka-luka. (*)
| Hamas Tolak Lucuti Senjata, BoP Sebagai Mediator Dituding Pro-Israel dan Minta Rencana Diubah |
|
|---|
| Tentara AS Resmi Angkat Kaki dari Suriah Usai 10 Tahun Operasi Militer |
|
|---|
| Ditolak Hizbullah, Israel–Lebanon Sepakati Gencatan Senjata 10 Hari |
|
|---|
| Sheikh Naim: Menyerah Bukan Pilihan, Hizbullah Tolak Berunding dengan Israel |
|
|---|
| Hizbullah Serang Kapal Perang Israel dengan Rudal Jelajah hingga Terbakar di Tengah Laut |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Israel-74uheje.jpg)