Jumat, 29 Mei 2026

AS dan Israel Serang Iran

Garda Revolusi Iran Klaim Serang Pangkalan Udara AS di Kuwait

Garda Revolusi Iran atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) mengklaim telah menargetkan pangkalan udara Amerika Serikat di Kuwait sebagai aksi

Tayang:
Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/Press TV
Pasukan Iran menembakkan ribuan rudal dan drone ke berbagai arah, menargetkan wilayah Israel serta fasilitas militer AS yang tersebar di Timur Tengah, Minggu (1/3/2026) 

SERAMBINWS.COM - Garda Revolusi Iran atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) mengklaim telah menargetkan pangkalan udara Amerika Serikat di Kuwait sebagai aksi balasan atas serangan udara AS di dekat Bandara Bandar Abbas, Iran selatan.

Mengutip laporan Kantor Berita semi-resmi Tasnim News Agency, IRGC menyatakan serangan balasan itu dilakukan pada Kamis pukul 04.50 waktu setempat (01.20 GMT), hanya beberapa jam setelah Amerika Serikat diduga melancarkan serangan udara menggunakan proyektil ke sebuah titik di sekitar bandara kota pelabuhan tersebut.

IRGC menegaskan, serangan itu merupakan peringatan keras bagi pihak lawan.

“Tanggapan ini adalah peringatan serius agar musuh mengetahui bahwa agresi tidak akan dibiarkan tanpa balasan. Jika diulangi, respons kami akan jauh lebih tegas,” demikian pernyataan IRGC.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari militer Amerika Serikat terkait klaim tersebut.

Sebelumnya pada hari yang sama, seorang pejabat AS mengatakan bahwa pasukan Amerika menembak jatuh empat drone Iran yang dianggap mengancam di dekat Selat Hormuz.

Selain itu, AS juga mengklaim telah menyerang sebuah stasiun kontrol darat Iran di Bandar Abbas yang disebut tengah bersiap meluncurkan drone kelima.

Baca juga: VIDEO - F-35 AS Disebut Kabur dari Wilayah Iran Usai Digertak IRGC

“Tindakan ini bersifat terukur, murni defensif, dan dimaksudkan untuk mempertahankan gencatan senjata,” ujar pejabat tersebut dengan syarat anonim.

Serangan terbaru ini terjadi setelah United States Central Command (CENTCOM) awal pekan ini mengonfirmasi putaran serangan sebelumnya di Iran selatan, yang menargetkan lokasi peluncuran rudal serta kapal-kapal Iran yang diduga hendak menanam ranjau laut. Iran mengecam aksi tersebut sebagai “pelanggaran berat terhadap gencatan senjata”.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengomentari situasi negosiasi untuk mengakhiri konflik dengan Iran. Ia mengaku tidak puas dengan proses yang berjalan, namun tetap membuka kemungkinan penyelesaian damai.

“Entah itu berhasil, atau kita harus menyelesaikan pekerjaan ini sepenuhnya,” ujarnya.
Ketegangan kawasan sendiri meningkat tajam sejak 28 Februari, ketika AS dan Israel melancarkan serangan mendadak terhadap Iran.

Teheran kemudian membalas dengan serangan drone dan rudal ke sejumlah target di kawasan, serta menutup Selat Hormuz.

Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April melalui mediasi Pakistan, namun perundingan lanjutan di Islamabad gagal menghasilkan kesepakatan permanen.

Meski demikian, Trump kemudian memperpanjang gencatan senjata tanpa batas waktu, sembari tetap memberlakukan blokade terhadap kapal-kapal yang keluar masuk pelabuhan Iran melalui jalur laut strategis tersebut.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved