Minggu, 26 April 2026

Mendikdasmen: Penggunaan Medsos dan Game Berlebihan Jadi Persoalan Serius Bagi Anak-anak

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah atau Mendikdasmen, Abdul Mu'ti menilai penggunaan media sosial dan game secara berlebihan telah menjadi

Editor: Mursal Ismail
Kompas.com/TRIA SUTRISNA
PERSOALAN SERIUS - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah atau Mendikdasmen, Abdul Mu'ti menilai penggunaan media sosial dan game secara berlebihan telah menjadi persoalan serius bagi anak-anak. Pasalnya, membuat anak-anak menurun konsentrasi, memicu gangguan mental, hingga meningkatkan risiko perilaku berbahaya. 

Ringkasan Berita:
  • Abdul Mu'ti menyebut anak-anak kini mengalami kesulitan berkonsentrasi akibat kebiasaan bermain game dan penggunaan gadget berlebihan.
  • Penggunaan media sosial berlebihan juga dinilai berdampak pada kesehatan mental, mulai gangguan ringan hingga berat, serta berisiko meningkatkan kasus bunuh diri pada anak.
  • Pemerintah bersama enam kementerian telah menerbitkan aturan pembatasan medsos bagi anak di bawah 16 tahun untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan sehat.
 

SERAMBINEWS.COM - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah atau Mendikdasmen, Abdul Mu'ti menilai penggunaan media sosial dan game secara berlebihan telah menjadi persoalan serius bagi anak-anak. 

Pasalnya, membuat anak-anak menurun konsentrasi, memicu gangguan mental, hingga meningkatkan risiko perilaku berbahaya.

Pemerintah pun mendorong pembatasan penggunaan medsos bagi anak di bawah 16 tahun serta penguatan pendidikan karakter di sekolah.

"Anak-anak kita punya problem serius untuk bisa berkonsentrasi karena kebiasaan main game," ujar Mu'ti saat Peresmian Revitalisasi Satuan Pendidikan Se-Kabupaten Banyumas di Banyumas, Jawa Tengah, Sabtu (25/4/2026).

Berdasarkan sebuah penelitian, kata dia, penggunaan gadget yang berlebihan, termasuk media sosial (medsos) di dalamnya, sangat berpengaruh terhadap konsentrasi anak-anak.

"Dampak yang langsung berkaitan dengan kecerdasan adalah pendeknya perhatian, kita ajak bicara belum selesai sudah ganti tema," ujar Mu'ti.

Baca juga: Jatuh dari Batu di Goa Kalam Aceh Selatan, Pemuda Ini Patah Paha, Proses Evakuasinya Dramatis

Selain itu, berdasarkan penelitian yang sama, penggunaan medsos yang berlebihan juga berpengaruh terhadap kesehatan mental. 

Tidak sedikit orang yang mengalami gangguan mental akibat penggunaan medsos yang berlebihan.

"Banyak mereka yang mengalami gangguan psikologi atau mental, baik ringan maupun berat.

Dampak gangguan mental ini menjadi perhatian WHO, Kementerian Kesehatan, Unicef, karena ditengarai 1 dari 10 orang mengidap gangguan mental, baik ringan maupun berat," ujar Mu'ti.

Bahkan, penggunaan medsos yang berlebihan meningkatkan angka bunuh diri di kalangan anak-anak.

Oleh karena itu, pihaknya bersama enam kementerian lainnya telah menerbitkan aturan mengenai pembatasan penggunaan medsos bagi anak-anak di bawah 16 tahun.

Baca juga: Pejuang Pemekaran Aceh Singkil Diminta Ditabalkan Jadi Nama Jalan, Ini 10 Rekom Untuk Pemkab

"Ini dalam rangka membangun budaya sekolah yang aman, nyaman. Dan membangun budaya agar anak-anak kita terhindar dari berbagai dampak negatif penggunaan medsos, yang sering kali lebih banyak dampak negatif dibanding positifnya," ujar Mu'ti.

Menurut Mu'ti, untuk meningkatkan kualitas pendidikan, tidak cukup hanya dengan meningkatkan sarana dan prasana pendidikan.

Diperlukan pula perbaikan dari segi pendekatan belajar dan penguatan pendidikan karakter. (*)

Sumber: https://regional.kompas.com/read/2026/04/26/165327778/mendikdasmen-anak-anak-kita-punya-problem-serius-untuk-konsentrasi

 

 

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved