Rabu, 29 April 2026

Luar Negeri

Hadapi Ancaman Rudal China dan Rusia, Trump Bidik dengan Golden Dome

Trump menargetkan sistem pencegat rudal berbasis luar angkasa ini dapat beroperasi sebelum masa jabatan keduanya berakhir pada Januari 2029.

Editor: Faisal Zamzami
Tangkapan layar
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengklaim bahwa 49 pemimpin Iran telah tewas dalam serangan awal yang dilancarkan Washington. 

Letnan Jenderal Heath Collins dari Missile Defense Agency menyebut jumlah ancaman (rudal dan drone) China diperkirakan sangat besar, meski data pastinya dirahasiakan:

“Berkisar dari beberapa ratus hingga beberapa puluh ribu, tergantung jenis ancamannya.”
 
Pendanaan dan Kontrak Proyek

Dalam rancangan anggaran pertahanan AS tahun fiskal 2027 yang mencapai rekor 1,5 triliun dolar AS, Pentagon berencana mengalokasikan 17,9 miliar dolar AS untuk Golden Dome pada tahun fiskal mendatang.

Sebagian besar dana tersebut akan diajukan melalui mekanisme legislasi khusus yang memungkinkan pengesahan dengan mayoritas sederhana di Senat.

Selain itu, Angkatan Antariksa AS telah memberikan kontrak senilai hingga 3,2 miliar dolar AS kepada 12 perusahaan, termasuk SpaceX dan Lockheed Martin, untuk mengembangkan prototipe pencegat berbasis luar angkasa.

 
Kritik Internasional

Rencana ini menuai kritik dari berbagai pihak. China menilai proyek Golden Dome dapat memicu perlombaan senjata baru dan berpotensi menjadikan luar angkasa sebagai medan konflik militer.

Beijing juga menuduh AS terlalu mengejar konsep “keamanan mutlak” yang dinilai tidak realistis dan berbahaya bagi stabilitas global.

Korea Utara turut mengecam proyek ini, menyebutnya berpotensi meningkatkan risiko konflik nuklir dan militer di luar angkasa.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved