Jumat, 1 Mei 2026

Konflik Amerika vs Iran

AS Minta Bantuan Aliansi Internasional untuk Buka Selat Hormuz

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas dunia.

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
AI
KAPAL INDUK - Foto ilustrasi hasil olah kecerdasan buatan (AI), Jumat (14/2/2025), memperlihatkan Kapal induk AS USS Harry S Truman. 

Ringkasan Berita:
  • Amerika Serikat (AS) mendorong negara-negara lain untuk membentuk koalisi internasional guna memulihkan kebebasan navigasi di Selat Hormuz.
  • Langkah tersebut diambil di tengah lonjakan harga minyak ke level tertinggi dalam lebih dari empat tahun, akibat kekhawatiran gangguan jangka panjang terhadap pasokan energi global.
  • Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas dunia.

 

SERAMBINEWS.COM, WASHINGTONAmerika Serikat (AS) mendorong negara-negara lain untuk membentuk koalisi internasional guna memulihkan kebebasan navigasi di Selat Hormuz. Informasi ini berasal dari dokumen Departemen Luar Negeri AS yang diperoleh Reuters.

Langkah tersebut diambil di tengah lonjakan harga minyak ke level tertinggi dalam lebih dari empat tahun, akibat kekhawatiran gangguan jangka panjang terhadap pasokan energi global.

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas dunia.

Ketegangan di Selat Hormuz

Dua bulan setelah pecahnya perang AS-Israel dan Iran, jalur pelayaran strategis itu dilaporkan masih terganggu.

Iran disebut berupaya menghambat lalu lintas kapal, termasuk dengan pemasangan ranjau dan serangan terhadap kapal yang melintas tanpa izin Teheran.

Kondisi ini menyebabkan harga energi global melonjak dan meningkatkan kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi dunia.

Baca juga: Kapal Pesiar Mewah Rusia Lolos Blokade Iran di Selat Hormuz

Upaya AS dan Rencana Koalisi

Upaya Washington untuk meredakan konflik dilaporkan menemui jalan buntu.

AS juga disebut melakukan blokade angkatan laut terhadap ekspor minyak Iran.

Menurut Wall Street Journal, yang mengutip telegram internal Departemen Luar Negeri AS, Washington telah meminta para diplomatnya untuk mendorong negara lain bergabung dalam koalisi tersebut.

Aliansi yang diusulkan diberi nama “Maritime Freedom Construct”, dengan tugas mengoordinasikan:

-Pertukaran informasi,

-Upaya diplomatik, serta

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved