AS dan Israel Serang Iran
Serangan Rudal dan Drone Guncang Dubai, Iran Bantah Terlibat
Uni Emirat Arab (UEA) dilaporkan kembali menjadi sasaran serangan rudal dan pesawat nirawak untuk hari kedua berturut-turut. Kementerian Pertahanan
Ringkasan Berita:
- Dalam pernyataan yang disiarkan kantor berita Fars, IRGC menyatakan pasukan Iran “tidak melakukan operasi rudal atau drone apa pun terhadap UEA dalam beberapa hari terakhir.
- Menurut otoritas Uni Emirat Arab, serangan Selasa terjadi sehari setelah insiden sebelumnya yang melukai sedikitnya tiga orang. Pada serangan itu, sebuah drone memicu kebakaran di fasilitas minyak utama di Fujairah, emirat strategis di pesisir timur UEA. Dampak serangan terbaru belum diketahui secara rinci.
SERAMBINEWS.COM - Uni Emirat Arab (UEA) dilaporkan kembali menjadi sasaran serangan rudal dan pesawat nirawak untuk hari kedua berturut-turut. Kementerian Pertahanan UEA menyebutkan, serangan terbaru terjadi pada Selasa, di tengah eskalasi ketegangan kawasan yang makin memanas. Namun, Korps Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC) dengan tegas membantah berada di balik serangan tersebut.
Dalam pernyataan yang disiarkan kantor berita Fars, IRGC menyatakan pasukan Iran “tidak melakukan operasi rudal atau drone apa pun terhadap UEA dalam beberapa hari terakhir.”
“Jika ada tindakan yang diambil, kami akan mengumumkannya secara tegas dan jelas. Oleh karena itu, laporan Kementerian Pertahanan negara tersebut sepenuhnya dibantah dan tidak memiliki kebenaran apa pun,” demikian pernyataan IRGC.
Menurut otoritas Uni Emirat Arab, serangan Selasa terjadi sehari setelah insiden sebelumnya yang melukai sedikitnya tiga orang. Pada serangan itu, sebuah drone memicu kebakaran di fasilitas minyak utama di Fujairah, emirat strategis di pesisir timur UEA. Dampak serangan terbaru belum diketahui secara rinci.
Eskalasi ini berlangsung di tengah kekhawatiran kembalinya konflik terbuka antara Iran dan Amerika Serikat. Washington baru-baru ini meluncurkan inisiatif bertajuk “Project Freedom” untuk mengawal kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz—jalur vital yang dilalui sekitar seperlima ekspor energi global.
Baca juga: Operasi Epic Fury Lawan Iran Resmi Berakhir, AS Beralih ke Perang di Selat Hormuz
Sebagai respons atas serangan gabungan AS–Israel terhadap Iran pada akhir Februari, Teheran disebut telah memperketat kendali atas selat tersebut dengan menyerang atau mengancam kapal yang melintas tanpa izin. Situasi ini memicu guncangan energi global, mendorong harga minyak dan gas ke level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.
AS kemudian memberlakukan blokade laut terhadap pelabuhan dan pelayaran Iran pada 13 April, membatasi ekspor minyak dan impor barang penting Teheran. Ketegangan kembali meningkat pada Senin, ketika pasukan Iran mengklaim telah menembaki kapal perang AS. Klaim itu dibantah Komando Pusat AS, meski Washington mengonfirmasi Iran meluncurkan rudal jelajah ke arah aset angkatan laut AS dan kapal komersial berbendera Amerika. Militer AS menyatakan berhasil menghancurkan enam kapal kecil Iran serta sejumlah rudal dan drone.
Serangan Senin dan Dampaknya
Pada hari yang sama, Teheran juga meluncurkan salvo 15 rudal, sebagian besar balistik, ke arah UEA, menandai insiden pertama sejak gencatan senjata AS–Iran berlaku sekitar empat minggu lalu. Otoritas Emirat menyebut seluruh rudal berhasil dicegat, namun kebakaran tetap terjadi di Fujairah, rumah bagi terminal minyak krusial yang menangani sekitar 1,7 juta barel per hari, atau hampir setengah kapasitas ekspor UEA.
Tiga warga negara India dilaporkan terluka dalam insiden tersebut. Pemerintah India menyebut serangan itu sebagai tindakan yang “tidak dapat diterima.”
Meski baku tembak berlanjut, Washington menegaskan Iran tidak melanggar gencatan senjata. Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan operasi perlindungan pelayaran bersifat sementara dan pasukan AS belum memasuki perairan maupun wilayah udara Iran.
“Kami tidak mencari pertarungan,” ujarnya, dalam nada yang dinilai sejumlah pengamat lebih menahan diri dari biasanya.
Selama lima minggu perang sebelum gencatan senjata rapuh disepakati pada 8 April, UEA tercatat menjadi sasaran sedikitnya 2.800 rudal dan drone, jumlah yang melampaui negara Teluk lainnya maupun Israel, menegaskan betapa rentannya kawasan ini di tengah pusaran konflik geopolitik yang terus membara.(*)
Serangan Rudal dan Drone
Rudal-rudal Iran
Dihujani Rudal Iran
Hujan Rudal Iran
Dihantam Rudal Iran
Serambinews.com
Serambinews
| Operasi Epic Fury Lawan Iran Resmi Berakhir, AS Beralih ke 'Perang' di Selat Hormuz |
|
|---|
| Trump Bersikeras akan Rebut Uranium Iran yang Terkubur di Dalam Tanah Lewat Operasi Militer |
|
|---|
| Baru Sehari Diluncurkan, Trump Hentikan Operasi Militer Kawal Kapal di Selat Hormuz |
|
|---|
| Pesawat Tanker AS Hilang di Atas Selat Hormuz Wilayah Iran, Sempat Kirim Kode Darurat 7700 |
|
|---|
| Kewalahan Sendiri, AS Desak China Tekan Iran untuk Buka Selat Hormuz |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/dubai-ookmkl.jpg)