Jumat, 8 Mei 2026

Idul Adha 1439 H

Kapan Sidang Isbat Idul Adha 2026 Digelar? Ini Jadwal Resmi dari Kemenag

Kementerian Agama (Kemenag) secara resmi telah menjadwalkan pelaksanaan Sidang Isbat untuk menetapkan awal bulan tersebut.

Tayang:
Penulis: Yeni Hardika | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/HENDRI ABIK
SIDANG ISBAT - Ilustrasi pengamatan hilal. Berikut jadwal sidang isbat penetapan 1 Zulhijah 1447 H untuk menentukan jadwal idul Adha 2026. 

SERAMBINEWS.COM – Menjelang tibanya bulan Zulhijah 1447 Hijriah, umat Islam di Indonesia mulai menantikan kepastian tanggal perayaan Idul Adha 2026 atau yang dikenal sebagai Lebaran Haji.

Kementerian Agama (Kemenag) secara resmi telah menjadwalkan pelaksanaan Sidang Isbat untuk menetapkan awal bulan tersebut.

Keputusan ini sangat dinantikan guna menentukan jatuh tempo pelaksanaan ibadah kurban serta pelaksanaan salat Idul Adha bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Jadwal dan Lokasi Sidang Isbat 2026

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad, mengonfirmasi bahwa sidang isbat penetapan 1 Zulhijah 1447 H akan dilaksanakan pada Minggu, 17 Mei 2026.

Secara penanggalan Hijriah, tanggal tersebut bertepatan dengan 29 Zulkaidah 1447 H.

Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, forum pengambilan keputusan ini akan dipusatkan di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama, Jakarta.

Baca juga: Kapan Idul Adha 2026? Ini Jadwal Versi Muhammadiyah dan Pemerintah, Prediksi Jadi Libur Panjang

Sidang ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memberikan kepastian hukum dan transparansi bagi umat Islam.

"Sidang isbat menjadi bagian dari mekanisme resmi pemerintah dalam penentuan awal bulan Hijriah," ujar Abu Rokhmad dalam keterangan tertulisnya, Rabu (6/5/2026), dikutip dari Kompas.com

Abu mengatakan, sidang isbat merupakan forum musyawarah yang mempertemukan pemerintah, ormas Islam, serta para ahli falak dan astronomi dalam menetapkan awal bulan Hijriah.

Rapat koordinasi ini akan melibatkan berbagai unsur terkait, baik dari internal Kementerian Agama maupun lembaga mitra.

Integrasi Metode Hisab dan Rukyatul Hilal

Lebih lanjut Abu menjelaskan, bahwa pemerintah tetap menggunakan dua pendekatan utama dalam menentukan awal Zulhijah.

Baca juga: Idul Adha 1447 H pada 27 Mei 2026, Kepastiannya Tunggu Sidang Isbat 17 Mei

Yaitu metode Hisab (perhitungan matematis-astronomi) dan Rukyat (pengamatan langsung di lapangan).

"Proses penetapan awal Zulhijah dilakukan dengan mengintegrasikan metode hisab (perhitungan astronomi) dan rukyat (pengamatan hilal). Kedua pendekatan ini saling melengkapi dalam menghasilkan keputusan yang komprehensif," ucapnya.

Menurut Abu, data hisab akan memberikan gambaran awal posisi hilal, sementara rukyat menjadi konfirmasi faktual melalui pengamatan langsung di berbagai titik pemantauan di seluruh Indonesia.

"Pendekatan ini memastikan keputusan yang diambil tidak hanya berbasis data ilmiah, tetapi juga terkonfirmasi melalui pengamatan lapangan," jelasnya.

Berdasarkan data awal yang dipaparkan, posisi hilal pada 29 Zulkaidah secara teoretis sudah memenuhi kriteria visibilitas MABIMS (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura). 

Perhitungan menunjukkan tinggi hilal telah berada di atas 3 derajat dengan sudut elongasi di atas 6,4 derajat.

Meski demikian, Abu menegaskan bahwa data tersebut masih bersifat prediktif dan belum menjadi dasar penetapan resmi.

Oleh sebab itu, pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap menunggu pengumuman resmi hasil sidang isbat guna memastikan keseragaman waktu pelaksanaan ibadah Idul Adha 2026.

"Penetapan awal Zulhijah tetap menunggu hasil rukyat dan keputusan sidang isbat sebagai otoritas resmi pemerintah," tegas Abu.

Baca juga: Kajian Ilmu Falak, Idul Adha 1447 Hijriah Jatuh Rabu, 27 Mei 2026

Tahapan Sidang Isbat

Rangkaian sidang isbat nantinya akan diawali dengan seminar posisi hilal yang memaparkan data astronomi dari Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama.

Seminar ini disiarkan secara terbuka sebagai bentuk transparansi informasi kepada publik.

Setelah itu, panitia akan menerima laporan hasil rukyatul hilal dari berbagai lokasi pengamatan, mulai dari wilayah barat hingga timur Indonesia.

"Selanjutnya, Menteri Agama akan memimpin sidang dengan mendengarkan pertimbangan para peserta sebelum menetapkan awal Zulhijah secara resmi," ucapnya.

(Serambinews.com/Yeni Hardika)

BACA BERITA LAINNYA DI SINI

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved