Berita Internasional
Anggota Kongres AS Sorot Program Nuklir Israel, Tuntut Menlu Rubio Buka-bukaan
Sekelompok anggota Kongres AS dari Partai Demokrat mendesak Menlu Marco Rubio membuka informasi rahasia terkait program nuklir Israel.
Ringkasan Berita:
- Sekelompok anggota Kongres AS dari Partai Demokrat mendesak Menlu Marco Rubio membuka informasi rahasia terkait program nuklir Israel.
- Desakan ini muncul di tengah konflik AS-Israel dengan Iran dan kritik atas hubungan erat Washington-Tel Aviv.
- Surat tersebut menyoroti fasilitas nuklir Dimona dan meminta jaminan bahwa Israel tidak akan menggunakan senjata nuklir.
Sekelompok anggota Kongres AS dari Partai Demokrat mendesak Menlu Marco Rubio membuka informasi rahasia terkait program nuklir Israel.
SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON DC - Isu nuklir Israel kembali mencuat di Washington setelah sekelompok anggota Kongres Amerika Serikat dari Partai Demokrat mendesak pemerintah membuka informasi rahasia terkait kemampuan nuklir negara tersebut.
Dalam surat tertanggal 4 Mei 2026, yang ditujukan kepada Menteri Luar Negeri (Menlu) Marco Rubio, mereka menuntut transparansi penuh atau buka-bukaan mengenai program nuklir Israel.
Termasuk jumlah hulu ledak, peluncur, serta kapasitas pengayaan uranium dan produksi plutonium.
Desakan ini muncul di tengah memanasnya konflik AS-Israel dengan Iran, serta meningkatnya kritik terhadap hubungan erat Washington dan Tel Aviv.
Israel sendiri sejak lama menerapkan kebijakan “ambiguitas nuklir” dengan tidak pernah mengakui secara resmi kepemilikan senjata nuklir, meski berbagai dokumen intelijen dan pengakuan pejabat AS mengindikasikan keberadaannya sejak 1960-an.
CIA bahkan pada 1968, melaporkan kepada Presiden Lyndon B Johnson bahwa Israel telah mengembangkan kemampuan nuklir.
Baca juga: Rudal Iran Luluhlantakkan Kompleks Nuklir Israel, Qalibaf: Langit Tel Aviv tak Lagi Aman
Kesepakatan rahasia antara Presiden Richard Nixon dan Perdana Menteri Golda Meir kala itu memperkuat sikap bungkam kedua negara.
Surat para anggota Kongres kali ini menyoroti Pusat Penelitian Nuklir Negev di Dimona, yang diyakini sebagai pusat program nuklir Israel.
Mereka menanyakan apakah Israel memiliki doktrin nuklir, garis merah, atau ambang batas penggunaan senjata nuklir dalam konflik dengan Iran.
Selain itu, mereka juga meminta jaminan bahwa Israel tidak akan menggunakan senjata nuklir dalam perang yang sedang berlangsung.
Tekanan politik ini bukan yang pertama, namun jarang dilakukan secara terkoordinasi.
Sebelumnya, beberapa anggota parlemen seperti James McGovern pernah menyebut Israel sebagai negara bersenjata nuklir dalam resolusi tahun 2019.
Kini, desakan semakin kuat seiring meningkatnya kritik terhadap kebijakan AS di Gaza dan dukungan militer terhadap Israel.
Baca juga: Kantongi Rahasial Nuklir Israel, Operasi Intelijen Iran Pukulan Telak bagi Zionis
| Update Perang Iran Hari ke-69: Trump Klaim Hampir Deal, Israel Bombardir Beirut di Tengah Ketegangan |
|
|---|
| BREAKING NEWS - Iran Pertimbangkan Proposal Damai AS, Trump Klaim Perang Akan Segera Berakhir |
|
|---|
| Harga Bensin AS Meledak 50 persen! Konflik Iran Picu Tekanan Ekonomi Baru |
|
|---|
| Update Hari ke-68 Perang Iran: Trump Hentikan Operasi Hormuz, AS Klaim Perang ‘Berakhir’? |
|
|---|
| Trump Hentikan Sementara Proyek Kebebasan, Klaim Ada Kemajuan Damai dengan Iran? |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Irak-Mampu-Hantam-Langsung-Lokasi-Nuklir-Israel-Jika-Diperlukan.jpg)