Sabtu, 9 Mei 2026

Wabah Hantavirus

Dokter Jelaskan Perbedaan Hantavirus dan Covid-19, Masyarakat Diimbau Tak Panik

Ahli Belanda menegaskan Hantavirus berbeda dengan Covid-19 karena tidak mudah menular antarmanusia.

Tayang:
Editor: Amirullah
Istimewa
ilustrasi hantavirus ((Ist)/Learn Worthy) 

Ringkasan Berita:
  • Ahli Belanda menegaskan Hantavirus berbeda dengan Covid-19 karena tidak mudah menular antarmanusia.
  • Dugaan penularan di kapal MV Hondius tetap ada, tetapi penyebarannya disebut jauh lebih sulit dibanding Covid-19 sehingga risiko pandemi global dinilai rendah.
  • Pasien Hantavirus kini dirawat di ruang isolasi khusus. Otoritas kesehatan Belanda memastikan sistem medis siap menangani tambahan kasus dan meminta publik tidak panik.

 

SERAMBINEWS.COM - Munculnya wabah Hantavirus di kapal pesiar MV Hondius sempat memicu kekhawatiran publik internasional. Namun para ahli menegaskan, karakter penyebaran virus tersebut sangat berbeda dibanding pandemi Covid-19 yang pernah melanda dunia.

Penjelasan itu disampaikan Kepala Unit Penyakit Menular di Leiden University Medical Centre, Karin Ellen Veldkamp.

Menurutnya, perbedaan paling mendasar antara hantavirus dan Covid-19 terletak pada kemampuan penularannya.

Dalam wawancara bersama AFP TV, Veldkamp menegaskan bahwa hantavirus tidak mudah menyebar dari satu orang ke orang lain seperti virus corona penyebab Covid-19.

"Tidak, tidak seperti itu (Covid-19). Virus ini tidak mudah menular dari orang ke orang," ujar Veldkamp.

Ia mengakui kemungkinan penularan antarmanusia memang dapat terjadi dalam kondisi tertentu. Namun pola penyebarannya disebut jauh lebih sulit dibanding Covid-19.

"Kami tahu (penularan antarmanusia) itu mungkin terjadi dan kami menduga hal itu telah terjadi di kapal, tetapi ini tidak seperti Covid, (penularannya) jauh lebih sulit," tambahnya.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa wabah hantavirus di MV Hondius tidak serta-merta berpotensi berkembang menjadi pandemi global seperti Covid-19.

Sebelumnya, wabah di kapal pesiar itu menjadi perhatian dunia setelah sejumlah penumpang dilaporkan terinfeksi dan beberapa di antaranya meninggal dunia.

Hantavirus sendiri umumnya menular melalui paparan urine, air liur, atau kotoran tikus yang terinfeksi. Gejalanya dapat berupa demam, nyeri otot, gangguan pernapasan, hingga masalah pada ginjal.

Baca juga: Unggah Foto Lawas, Ahmad Dhani Ungkap Kronologi Nikahi Mulan Jameela hingga Lahir Safeea

Pasien Dirawat di Ruang Isolasi Khusus

Saat ini, rumah sakit di Leiden telah menerima satu pasien hantavirus yang tiba pada Rabu malam (6/5/2026).

Meski detail kondisi pasien tidak diungkap demi menjaga privasi, pihak rumah sakit memastikan penanganan dilakukan dengan prosedur ketat.

Pasien ditempatkan di ruang isolasi khusus dan diawasi tenaga medis terlatih yang telah berpengalaman menangani penyakit menular.

"Prinsip kami adalah memberikan perawatan yang baik kepada pasien. Kami sangat terlatih untuk melakukannya dengan cara yang aman," jelas Veldkamp.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved