Konflik Amerika vs Iran
Donald Trump Kebingungan, Perang Iran Tak Bisa Diakhiri
Donald Trump dinilai mulai kehilangan daya tekan terhadap Iran di tengah konflik yang terus memanas di kawasan Timur Tengah.
Ringkasan Berita:
- Donald Trump dinilai mulai kehilangan daya tekan terhadap Iran karena sanksi dan tekanan militer belum membuat Teheran melunak.
- Iran justru memperkuat kontrol Selat Hormuz dan tetap melawan meski kehilangan sejumlah petinggi militer akibat serangan AS-Israel.
- Analis menilai Trump kini kesulitan mengakhiri konflik, sementara posisi Amerika Serikat disebut melemah di hadapan China dan sekutunya.
SERAMBINEWS.COM – Presiden Amerika Serikat Donald Trump dinilai mulai kehilangan daya tekan terhadap Iran di tengah konflik yang terus memanas di kawasan Timur Tengah.
Upaya Washington untuk memaksa Teheran menerima syarat perdamaian disebut belum menunjukkan hasil signifikan. Sejumlah analis bahkan menilai situasi kini justru berbalik menekan pemerintahan Trump.
Dalam laporan AFP, Selasa (12/5/2026), Trump selama ini dikenal sering memakai istilah “memegang kartu” untuk menggambarkan posisi tawar Amerika Serikat dalam negosiasi internasional.
Ungkapan itu merujuk pada keyakinannya bahwa kekuatan militer dan pengaruh politik AS mampu membuat lawan akhirnya tunduk.
Namun dalam konflik dengan Iran, strategi tersebut dinilai mulai kehilangan efektivitas.
Baca juga: Kronologi Polemik LCC 4 Pilar MPR RI Kalbar Viral di Medsos, SMAN 1 Pontianak Desak Klarifikasi
Trump Disebut Kehilangan Keuntungan Strategis
Direktur Program Timur Tengah di Center for Strategic and International Studies, Mona Yacoubian, mengatakan Trump saat ini tidak memiliki banyak opsi strategis untuk menekan Iran.
“Saya tidak melihat presiden memiliki banyak, jika memang ada, kartu bagus untuk dimainkan saat ini,” kata Yacoubian.
Pernyataan itu mencerminkan pandangan bahwa tekanan politik maupun militer yang selama ini digunakan Washington belum berhasil membuat Iran melunak.
Sebaliknya, Iran justru dinilai masih mampu mempertahankan pengaruh dan daya tahannya meski mendapat tekanan besar dari Amerika Serikat dan sekutunya.
Situasi tersebut membuat konflik dipandang semakin rumit dan sulit diprediksi arah akhirnya.
Di tengah meningkatnya ketegangan kawasan, Iran tetap menunjukkan perlawanan meski dilaporkan kehilangan sejumlah petinggi militernya dalam konflik yang berlangsung.
Para pengamat menilai kondisi ini menjadi sinyal bahwa perang dan ketegangan geopolitik di Timur Tengah berpotensi berlangsung lebih lama.
Tekanan ekonomi, sanksi, hingga manuver militer yang dilakukan Amerika Serikat sejauh ini belum sepenuhnya mampu mengubah sikap Teheran.
Karena itu, sejumlah analis melihat posisi Donald Trump kini tidak lagi sekuat sebelumnya dalam menghadapi Iran.
Baca juga: Perbandingan Harga Antam 12 Mei 2026: Logam Mulia Naik Rp40.000, Bagaimana di Pegadaian?
Iran balas tekanan AS
Konflik Amerika vs Iran
Perang Iran vs AS
dampak perang Iran-AS
Dampak Perang Iran
perang iran amerika
Perang Iran-AS
Serambi Indonesia
| Citra Satelit Ungkap Dugaan Tumpahan Minyak di Dekat Pulau Kharg, Iran Tegaskan Tak Ada Kebocoran |
|
|---|
| Netanyahu Bilang Perang dengan Iran Belum Berakhir, Tapi Kata AS Sudah Berakhir, Apa Maunya Israel? |
|
|---|
| Trump Tolak Proposal Damai Iran Rp4.000 Triliun, Harga Minyak Dunia Langsung Melonjak |
|
|---|
| Iran Tuntut Ganti Rugi Perang dan Kuasai Selat Hormuz, Trump: Sangat Tidak Bisa Diterima |
|
|---|
| Trump Kembali Tolak Proposal Damai Iran, Harapan Akhiri Perang Pupus, Selat Hormuz Masih Tegang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Presiden-Amerika-Serikat-AS-Donald-Trump-dalam-pidato-Selasa-2422026.jpg)