Rabu, 13 Mei 2026

Konflik Amerika vs Iran

Donald Trump Kebingungan, Perang Iran Tak Bisa Diakhiri

Donald Trump dinilai mulai kehilangan daya tekan terhadap Iran di tengah konflik yang terus memanas di kawasan Timur Tengah.

Tayang:
Editor: Amirullah
WIKIMEDIA COMMONS
TRUMP - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dalam pidato kenegaraan State of the Union, Selasa (24/2/2026). Donald Trump Kebingungan, Perang Iran Tak Bisa Diakhiri 

Ringkasan Berita:
  • Donald Trump dinilai mulai kehilangan daya tekan terhadap Iran karena sanksi dan tekanan militer belum membuat Teheran melunak.
  • Iran justru memperkuat kontrol Selat Hormuz dan tetap melawan meski kehilangan sejumlah petinggi militer akibat serangan AS-Israel.
  • Analis menilai Trump kini kesulitan mengakhiri konflik, sementara posisi Amerika Serikat disebut melemah di hadapan China dan sekutunya.

 

SERAMBINEWS.COM – Presiden Amerika Serikat Donald Trump dinilai mulai kehilangan daya tekan terhadap Iran di tengah konflik yang terus memanas di kawasan Timur Tengah.

Upaya Washington untuk memaksa Teheran menerima syarat perdamaian disebut belum menunjukkan hasil signifikan. Sejumlah analis bahkan menilai situasi kini justru berbalik menekan pemerintahan Trump.

Dalam laporan AFP, Selasa (12/5/2026), Trump selama ini dikenal sering memakai istilah “memegang kartu” untuk menggambarkan posisi tawar Amerika Serikat dalam negosiasi internasional.

Ungkapan itu merujuk pada keyakinannya bahwa kekuatan militer dan pengaruh politik AS mampu membuat lawan akhirnya tunduk.

Namun dalam konflik dengan Iran, strategi tersebut dinilai mulai kehilangan efektivitas.

Baca juga: Kronologi Polemik LCC 4 Pilar MPR RI Kalbar Viral di Medsos, SMAN 1 Pontianak Desak Klarifikasi

Trump Disebut Kehilangan Keuntungan Strategis

Direktur Program Timur Tengah di Center for Strategic and International Studies, Mona Yacoubian, mengatakan Trump saat ini tidak memiliki banyak opsi strategis untuk menekan Iran.

“Saya tidak melihat presiden memiliki banyak, jika memang ada, kartu bagus untuk dimainkan saat ini,” kata Yacoubian.

Pernyataan itu mencerminkan pandangan bahwa tekanan politik maupun militer yang selama ini digunakan Washington belum berhasil membuat Iran melunak.

Sebaliknya, Iran justru dinilai masih mampu mempertahankan pengaruh dan daya tahannya meski mendapat tekanan besar dari Amerika Serikat dan sekutunya.

Situasi tersebut membuat konflik dipandang semakin rumit dan sulit diprediksi arah akhirnya.

Di tengah meningkatnya ketegangan kawasan, Iran tetap menunjukkan perlawanan meski dilaporkan kehilangan sejumlah petinggi militernya dalam konflik yang berlangsung.

Para pengamat menilai kondisi ini menjadi sinyal bahwa perang dan ketegangan geopolitik di Timur Tengah berpotensi berlangsung lebih lama.

Tekanan ekonomi, sanksi, hingga manuver militer yang dilakukan Amerika Serikat sejauh ini belum sepenuhnya mampu mengubah sikap Teheran.

Karena itu, sejumlah analis melihat posisi Donald Trump kini tidak lagi sekuat sebelumnya dalam menghadapi Iran.

Baca juga: Perbandingan Harga Antam 12 Mei 2026: Logam Mulia Naik Rp40.000, Bagaimana di Pegadaian?

Iran balas tekanan AS

Sumber: TribunNewsmaker
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved