Rupiah Melemah, Haruskah Tabungan Dipindah ke Dollar AS atau Emas?
Melemahnya rupiah memicu kekhawatiran masyarakat terhadap keamanan simpanan di bank dan mendorong sebagian orang mempertimbangkan pengalihan dana
Ringkasan Berita:
- Simpanan masyarakat di perbankan nasional dinilai masih aman karena kondisi likuiditas bank kuat dan dijamin LPS sesuai ketentuan.
- Dana darurat dan kebutuhan jangka pendek disarankan tetap disimpan dalam rupiah, baik di tabungan maupun deposito.
- Emas cocok untuk lindung nilai jangka panjang, sedangkan dollar AS sebaiknya dimiliki hanya untuk kebutuhan riil berdenominasi valas.
SERAMBINEWS.COM - Melemahnya rupiah memicu kekhawatiran masyarakat terhadap keamanan simpanan di bank dan mendorong sebagian orang mempertimbangkan pengalihan dana ke emas atau dollar AS.
Meski demikian, para ekonom dan perencana keuangan menegaskan kondisi perbankan nasional saat ini masih aman dan kuat.
Likuiditas perbankan dinilai memadai serta simpanan nasabah tetap dijamin LPS selama memenuhi ketentuan yang berlaku.
Masyarakat diimbau tidak panik dan tidak terburu-buru mengalihkan seluruh tabungan ke aset lain saat kurs bergejolak.
Dana darurat dan kebutuhan jangka pendek tetap disarankan disimpan dalam rupiah karena lebih likuid dan sesuai dengan kebutuhan sehari-hari.
Emas dinilai cocok sebagai instrumen lindung nilai untuk jangka menengah hingga panjang, sedangkan dollar AS lebih tepat dimiliki jika ada kebutuhan riil dalam mata uang tersebut.
Baca juga: VIDEO - Rupiah Tertekan ke Rp17.600 per Dolar, Ini Barang yang Bakal Mahal
Para ahli juga mengingatkan bahwa emas dan valuta asing tetap memiliki risiko fluktuasi harga.
Karena itu, keputusan pengelolaan dana harus disesuaikan dengan tujuan keuangan, kebutuhan likuiditas, dan profil risiko masing-masing individu.
Ketika kondisi kurs sedang bergejolak, keputusan finansial tetap harus diperhitungkan secara matang sesuai kebutuhan dan profil risiko agar tidak salah melangkah.
Meski demikian, kondisi rupiah diprediksi masih akan melemah ke depannya.
Selama Mei 2026, rupiah beberapa kali mencapai titik terendah dari Rp17.400 hingga Rp17.500 per dollar AS. Pada perdagangan Jumat (15/5/2026) pagi, rupiah bahkan sempat melampaui level Rp17.600 per dollar AS.
Di tengah tekanan tersebut, Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengingatkan masyarakat agar tidak panik dalam mengelola simpanannya karena dana masyarakat di perbankan nasional masih aman.
Baca juga: Rupiah Tembus Rp 17.600 Per Dolar AS, Harga Tahu, Tempe Hingga Mi Instan Terancam Naik
Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan perbankan masih memiliki likuiditas yang memadai.
Dana pihak ketiga (DPK) pada Maret 2026 tumbuh 13,55 persen menjadi Rp10.231 triliun, kredit tumbuh 9,4 persen menjadi Rp8.659 triliun, dan rasio alat likuid terhadap DPK berada di level 27,85 persen atau jauh di atas ambang 10 persen.
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) juga mencatat cakupan jumlah rekening yang dijamin tetap berada di atas 90 persen untuk bank umum maupun BPR/BPRS.
| Cuaca Nagan Raya Hari Ini Sabtu 16 Mei 2026, Siang Berpotensi Hujan, Gelombang Laut 2,5 Meter |
|
|---|
| Harga Emas di Abdya 16 Mei 2026: Emas Murni dan London Diam di Tempat, Antam Merosot |
|
|---|
| AS Klaim Bisa Lumpuhkan Iran dalam Dua Hari, Trump: “Kami Tinggalkan Mereka Tanpa Listrik” |
|
|---|
| Serangan Mematikan Israel Bunuh 10 Warga Lebanon, 44 Lainnya Terluka |
|
|---|
| Satu Calon Jamaah Haji Abdya Tunda Berangkat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/rupiah-16052026.jpg)