Rupiah Melemah, Haruskah Tabungan Dipindah ke Dollar AS atau Emas?
Melemahnya rupiah memicu kekhawatiran masyarakat terhadap keamanan simpanan di bank dan mendorong sebagian orang mempertimbangkan pengalihan dana
“Jadi menyimpan dana di bank masih aman sepanjang masyarakat memilih bank yang diawasi OJK dan memastikan simpanannya memenuhi ketentuan penjaminan LPS, termasuk tidak mengejar bunga yang terlalu tinggi di luar ketentuan penjaminan,” ujar Josua kepada Kompas.com, Jumat (15/5/2026).
Pandangan serupa disampaikan Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual yang mengimbau masyarakat untuk tidak panik menghadapi gejolak kurs.
Menurutnya, dana masyarakat tetap aman selama bunga simpanan masih berada di bawah tingkat bunga penjaminan LPS.
Baca juga: Harga BBM 14 Mei 2026 di Semua SPBU Pertamina, Rupiah Melemah Bikin Harga BBM Melonjak Lagi?
“Sangat aman. Perhatikan limit suku bunga penjaminan yang diumumkan LPS. Selama masih di bawah suku bunga penjaminan, jika ada masalah pada bank, dana dijamin pemerintah,” ucapnya kepada Kompas.com, Jumat.
Perencana keuangan Finansialku.com Melvin Mumpuni juga menilai masyarakat tidak perlu khawatir menyimpan dana di perbankan nasional. Menurut dia, kondisi perbankan Indonesia saat ini jauh lebih kuat dibandingkan periode krisis sebelumnya.
Hal itu tercermin dari rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) sejumlah bank besar yang masih berada jauh di atas batas minimal.
Selain itu, simpanan nasabah juga tetap dijamin negara melalui LPS selama memenuhi syarat yang berlaku, termasuk nominal simpanan maksimal Rp2 miliar per nasabah per bank dan bunga simpanan tidak melebihi tingkat bunga penjaminan.
“Masyarakat tidak perlu panik. Menyimpan dana di perbankan Indonesia saat ini masih sangat aman,” tegas Melvin kepada Kompas.com, Jumat.
Perencana keuangan Mitra Rencana Edukasi (MRE) Andy Nugroho juga menilai menyimpan dana di bank masih menjadi pilihan aman, terutama bagi masyarakat dengan profil risiko konservatif maupun moderat dan tidak memiliki kebutuhan mendesak dalam waktu dekat.
“Kalau memang tidak ada kebutuhan yang mendesak, terus kemudian memang tidak ada dan orang tersebut secara profil risikonya juga mungkin cenderung yang moderat ataupun konservatif, ya itu silakan aja tetap taruh di bank aja,” kata Andy kepada Kompas.com, Jumat.
Perlukah Tabungan Diubah Jadi Emas atau Dollar AS?
Meski simpanan di bank dinilai masih aman, gejolak rupiah tetap membuat sebagian masyarakat mulai mempertimbangkan pengalihan aset ke instrumen lain seperti emas maupun dollar AS.
Namun, Josua mengingatkan masyarakat agar tidak terburu-buru menukar seluruh simpanannya ke mata uang asing ataupun membeli emas ketika harga sedang tinggi, terutama simpanan untuk dana darurat.
“Dana darurat dan kebutuhan 3 sampai 6 bulan tetap sebaiknya disimpan dalam rupiah di rekening tabungan atau deposito karena pengeluaran sehari-hari mayoritas tetap rupiah,” ucapnya.
Kalaupun simpanan ingin dipindahkan ke deposito, pastikan dana tersebut aman untuk disimpan dalam jangka pendek, memiliki risiko rendah, dan memberikan bunga yang jelas.
Sementara jika simpanan ingin diubah menjadi emas atau logam mulia, masyarakat perlu memahami bahwa harga emas tetap dapat berfluktuasi dan memiliki selisih harga beli dan jual.
| Cuaca Nagan Raya Hari Ini Sabtu 16 Mei 2026, Siang Berpotensi Hujan, Gelombang Laut 2,5 Meter |
|
|---|
| Harga Emas di Abdya 16 Mei 2026: Emas Murni dan London Diam di Tempat, Antam Merosot |
|
|---|
| AS Klaim Bisa Lumpuhkan Iran dalam Dua Hari, Trump: “Kami Tinggalkan Mereka Tanpa Listrik” |
|
|---|
| Serangan Mematikan Israel Bunuh 10 Warga Lebanon, 44 Lainnya Terluka |
|
|---|
| Satu Calon Jamaah Haji Abdya Tunda Berangkat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/rupiah-16052026.jpg)