Kamis, 21 Mei 2026

AS dan Israel Serang Iran

Presiden Iran: Kami Tidak akan Takluk dan Menyerah pada Amerika

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian menegaskan negaranya tidak akan “menyerah” meski tengah membuka

Tayang:
Editor: Ansari Hasyim
X/Twitter
MASOUD PEZESHKIAN - Presiden Iran, Masoud Pezeshkian terluka akibat serangan udara Israel pada 16 Juni lalu. Hal ini diungkapkan oleh kantor berita Fars News Agency yang berafiliasi dengan Garda Revolusi Iran (IRGC), Minggu (13/7/2025). 

SERAMBINEWS.COM - Presiden Iran, Masoud Pezeshkian menegaskan negaranya tidak akan “menyerah” meski tengah membuka dialog diplomatik dengan Amerika Serikat.

Pernyataan itu disampaikan Pezeshkian melalui unggahan di platform X/Twitter pada Senin (20/5/2026), sebagai respons atas klaim Presiden AS Donald Trump terkait peluang tercapainya kesepakatan baru antara Washington dan Teheran.

“Dialog tidak berarti menyerah,” tulis Pezeshkian.

“Iran memasuki dialog dengan martabat, kewibawaan, dan demi menjaga hak-hak bangsa. Dalam kondisi apa pun, kami tidak akan mundur dari hak legal rakyat dan negara,” tegasnya.

Pernyataan itu muncul setelah Trump mengungkapkan bahwa ia menunda rencana serangan terhadap Iran karena Teheran mengirim proposal perdamaian baru kepada Washington.

Baca juga: AS Siapkan Serangan, Trump Beri Iran Waktu 3 Hari Buat Kesepakatan Nuklir

Trump bahkan menyebut peluang tercapainya kesepakatan terkait program nuklir Iran kini sangat besar.

Dalam pernyataannya, Trump mengatakan dirinya telah memerintahkan militer AS untuk membatalkan serangan yang sebelumnya dijadwalkan.

Namun, ia menegaskan pasukan Amerika tetap disiagakan untuk melancarkan serangan besar sewaktu-waktu jika kesepakatan gagal tercapai.

“Kami tidak akan melakukan serangan terhadap Iran besok, tetapi militer tetap siap melakukan serangan skala penuh kapan saja jika tidak ada kesepakatan yang dapat diterima,” ujar Trump.

Meski demikian, tidak ada pengumuman resmi sebelumnya mengenai rencana serangan tersebut, dan kantor berita Reuters menyebut belum dapat memastikan apakah persiapan militer benar-benar telah dilakukan.

Trump sebelumnya juga beberapa kali menyatakan optimistis kesepakatan dengan Iran sudah dekat.

Di sisi lain, tekanan internasional terus meningkat agar konflik tidak sampai mengganggu jalur vital perdagangan energi dunia di Selat Hormuz.

Trump mengklaim para pemimpin Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab meminta dirinya menunda serangan karena yakin kesepakatan damai bisa tercapai.

Ia menyebut perjanjian itu nantinya akan menguntungkan Amerika Serikat, negara-negara Timur Tengah, dan kawasan global secara luas.

Namun hingga kini, Trump belum mengungkap detail isi proposal ataupun bentuk kesepakatan yang sedang dibahas.

Saat berbicara kepada wartawan, Trump menegaskan tujuan utama Washington adalah memastikan Iran tidak memiliki senjata nuklir.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved