Kamis, 21 Mei 2026

Prabowo Sentil Mental Elite yang Dinilai Penakut: Takut Dollar hingga Krisis BBM

Presiden Prabowo Subianto melontarkan kritik keras terhadap mentalitas sebagian elite Indonesia yang dinilai terlalu mudah panik

Tayang:
Editor: Amirullah
Serambinews.com/SEKRETARIAT PRESIDEN
Presiden RI Prabowo Subianto melontarkan peringatan keras kepada pejabat yang masih mencoba melakukan praktik korupsi. Hal itu disampaikannya dalam Rapat Paripurna DPR RI ke-19 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Selasa (20/5/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Presiden Prabowo Subianto mengkritik mental elite yang dinilai terlalu takut menghadapi tekanan ekonomi, mulai dari kurs dollar hingga stok BBM.
  • Prabowo menilai Indonesia sebenarnya kaya sumber daya, namun kekayaan nasional selama ini lebih banyak mengalir ke luar negeri akibat persoalan sistemik ekonomi.
  • Pernyataan itu disampaikan saat rupiah melemah ke Rp17.738 per dollar AS dan menjadi mata uang dengan koreksi terdalam di Asia.

 

SERAMBINEWS.COM - Presiden Prabowo Subianto melontarkan kritik keras terhadap mentalitas sebagian elite Indonesia yang dinilai terlalu mudah panik menghadapi tekanan ekonomi global.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri Rapat Paripurna DPR RI di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Di tengah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat, Prabowo menyinggung sikap elite yang disebut selalu dihantui ketakutan terhadap kenaikan kurs dollar hingga kekhawatiran soal stok bahan bakar minyak (BBM).

Menurutnya, pola pikir seperti itu justru membuat bangsa menjadi lemah dan kehilangan keberanian menghadapi tantangan dunia.

“Tanpa kemakmuran kita tidak mungkin bisa jaga kedaulatan kita.”

“Bahwa kemungkinan besar kita akan menjadi bangsa yang lemah, bangsa yang selalu takut kurs dollar, takut BBM tidak cukup, takut ini takut itu, bangsa yang takut, bangsa yang elite-nya takut,” ujar Prabowo.

Dalam pidatonya, Prabowo juga menyoroti besarnya kekayaan alam Indonesia yang dinilai belum dikelola maksimal untuk kesejahteraan rakyat.

Ia mengatakan Indonesia sebenarnya memiliki potensi ekonomi yang sangat besar dan dianugerahi sumber daya alam melimpah.

Namun, menurut Prabowo, selama puluhan tahun kekayaan nasional justru lebih banyak mengalir ke luar negeri tanpa memberi dampak signifikan terhadap kemakmuran masyarakat.

Prabowo menilai kondisi tersebut menunjukkan adanya persoalan sistemik dalam tata ekonomi nasional.

“Mungkin perbedaan kita dengan negara seperti Meksiko, India, Filipina, dan lain sebagainya adalah perbedaan sistemik.”

“Kita harus lihat fakta, fakta kalau kita teruskan sistem seperti ini untuk sekian tahun lagi, saya yakin bahwa tidak mungkin kita menjadi bangsa yang makmur,” imbuhnya.

Baca juga: Ketegangan Diplomatik AS-Greenland Meningkat, Pembukaan Konsulat Baru Disorot Warga 

Rupiah Masih Tertekan di Pasar Asia

Pernyataan Prabowo disampaikan di tengah kondisi rupiah yang masih berada dalam tekanan.

Pada perdagangan Rabu pagi (20/5/2026), nilai tukar rupiah di pasar spot dibuka di level Rp 17.738 per dollar AS.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved