Berita Internasional
Update Hari ke-83 Perang Iran: Teheran Tinjau Respons AS, Selat Hormuz dan Krisis Gaza Memanas
Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat terus meningkat pada hari ke-83 perang, meskipun jalur diplomasi disebut masih terbuka.
Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Amirullah
Dari Washington, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan kesepakatan dengan Iran berada “di ambang batas”.
Trump menyebut diplomasi masih diberi waktu beberapa hari lagi sebelum kemungkinan eskalasi baru terjadi.
Sementara itu, Wakil Kepala Staf Gedung Putih Stephen Miller memperingatkan Iran bahwa kegagalan mencapai kesepakatan dapat memicu respons militer besar-besaran dari AS.
Menurut Miller, Teheran kini menghadapi pilihan penting antara menerima kesepakatan atau menghadapi konsekuensi yang disebutnya belum pernah terjadi dalam sejarah modern.
Israel dan Armada Bantuan Gaza Disorot
Di Israel, kontroversi muncul setelah Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir mengunggah video yang memperlihatkan para aktivis armada bantuan Gaza diborgol oleh penjaga penjara Israel.
Video tersebut memicu kecaman internasional dari sejumlah negara seperti Australia, Prancis, Italia, Kanada, Belanda, hingga Selandia Baru.
Beberapa negara bahkan memanggil diplomat Israel untuk meminta penjelasan terkait perlakuan terhadap para aktivis pro-Palestina tersebut.
Baca juga: Uptade Hari ke-80 Perang Iran: Trump Keluarkan Ancaman Keras, Israel Disebut Siap Menyerang
Serangan di Lebanon Terus Berlanjut
Di Lebanon selatan, serangan Israel dilaporkan menewaskan lebih dari 20 orang meskipun gencatan senjata yang diperpanjang masih berlaku secara nominal.
Kelompok Hizbullah juga mengklaim telah melancarkan puluhan serangan balasan terhadap pasukan Israel menggunakan roket, drone, dan artileri.
Sementara itu, militer Yordania mengumumkan berhasil menembak jatuh sebuah drone misterius yang memasuki wilayah udaranya di Provinsi Jerash, utara Amman.
Perkembangan terbaru ini menunjukkan bahwa konflik kawasan Timur Tengah masih berada dalam situasi sangat rapuh, dengan diplomasi dan ancaman militer berjalan bersamaan di tengah meningkatnya tekanan global terhadap perang yang terus meluas.
Baca juga: Usai Trump Pulang, Putin Langsung Terbang ke China, Ada Apa?
(Serambinews.com/Sri Anggun Oktaviana)
| Iran Klaim Kendalikan Selat Hormuz, 26 Kapal Berhasil Melintas di Tengah Ketegangan dengan AS |
|
|---|
| Ketegangan Diplomatik AS-Greenland Meningkat, Pembukaan Konsulat Baru Disorot Warga |
|
|---|
| Trump Tunda Serangan Besar ke Iran, Tapi Beri Syarat Tegas soal Nuklir |
|
|---|
| PBB Peringatkan Risiko Genosida di Gaza, Israel Diminta Hentikan Pendudukan Palestina |
|
|---|
| Israel Disebut Bangun Pangkalan Rahasia di Irak untuk Persiapan Perang Iran, Benarkah? |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Benjamin-Netanyahu-Donald-Trump-Iran-Israel-Amerika-Serikat-AS.jpg)