Berita Internasional
Update Hari ke-83 Perang Iran: Teheran Tinjau Respons AS, Selat Hormuz dan Krisis Gaza Memanas
Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat terus meningkat pada hari ke-83 perang, meskipun jalur diplomasi disebut masih terbuka.
Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Amirullah
Update Hari ke-83 Perang Iran: Teheran Tinjau Respons AS, Ketegangan Selat Hormuz dan Krisis Gaza Memanas
SERAMBINEWS.COM - Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat terus meningkat pada hari ke-83 perang, meskipun jalur diplomasi disebut masih terbuka.
Pemerintah Iran mengonfirmasi sedang meninjau tanggapan terbaru dari Amerika Serikat terkait proposal penghentian konflik yang dimediasi Pakistan. Di saat bersamaan, situasi di Selat Hormuz semakin memanas setelah Iran memperketat pengawasan terhadap jalur pelayaran strategis tersebut.
Serambinews.com dikutip melalui Al Jazeera, Kamis (21/5/2026), melaporkan bahwa Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan negaranya tetap membuka pintu diplomasi dengan Washington.
Namun ia memperingatkan bahwa tekanan dan ancaman tidak akan membuat Teheran menyerah.
Baca juga: Update Hari ke-82 Perang Iran: Iran Ancam Buka Front Baru, Trump Beri 3 Hari untuk Kesepakatan
Iran Tinjau Proposal AS
Media pemerintah Iran melaporkan bahwa Kementerian Luar Negeri Iran sedang mempelajari respons terbaru dari Amerika Serikat terhadap proposal perdamaian yang diajukan Teheran.
Pembicaraan tersebut berlangsung melalui mediasi Pakistan yang dalam beberapa pekan terakhir aktif menjembatani komunikasi antara kedua negara.
Kepala Angkatan Darat Pakistan, Asim Munir, juga dijadwalkan mengunjungi Teheran sebagai bagian dari upaya diplomasi tersebut.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan proposal yang dibahas masih mengacu pada kerangka “14 poin” yang sebelumnya diajukan Iran.
Baca juga: Trump Ultimatum Iran 3 Hari, Ancam Serangan Besar Jika Gagal Capai Kesepakatan Damai
Selat Hormuz Kini Dalam Pengawasan Ketat
Di tengah negosiasi yang belum menemui titik terang, Iran memperketat kontrol terhadap Selat Hormuz.
Otoritas Selat Teluk Persia yang baru dibentuk mengumumkan adanya “zona pengawasan” baru di jalur pelayaran tersebut.
Kapal-kapal yang ingin melintas kini diwajibkan memperoleh izin resmi dari otoritas Iran.
Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC menyebut sebanyak 26 kapal, termasuk kapal tanker minyak dan kapal kontainer, telah melewati Selat Hormuz dalam 24 jam terakhir setelah memperoleh koordinasi dan pengamanan dari pihak Iran.
Iran juga memperingatkan bahwa pelayaran tanpa izin akan dianggap ilegal.
Langkah ini memicu kekhawatiran baru terhadap stabilitas perdagangan global, mengingat Selat Hormuz merupakan salah satu jalur energi terpenting di dunia.
Baca juga: Trump Klaim Iran Mulai Melemah, Yakin Perang Segera Berakhir
AS Beri Ancaman Baru
| Iran Klaim Kendalikan Selat Hormuz, 26 Kapal Berhasil Melintas di Tengah Ketegangan dengan AS |
|
|---|
| Ketegangan Diplomatik AS-Greenland Meningkat, Pembukaan Konsulat Baru Disorot Warga |
|
|---|
| Trump Tunda Serangan Besar ke Iran, Tapi Beri Syarat Tegas soal Nuklir |
|
|---|
| PBB Peringatkan Risiko Genosida di Gaza, Israel Diminta Hentikan Pendudukan Palestina |
|
|---|
| Israel Disebut Bangun Pangkalan Rahasia di Irak untuk Persiapan Perang Iran, Benarkah? |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Benjamin-Netanyahu-Donald-Trump-Iran-Israel-Amerika-Serikat-AS.jpg)