Berita Internasional
Trump Kirim 5.000 Tentara ke Perbatasan Rusia, NATO Siaga Hadapi Ancaman Baru
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan rencana pengerahan tambahan 5.000 tentara AS ke Polandia,
Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Amirullah
Trump Kirim 5.000 Tentara ke Perbatasan Rusia, NATO Bersiap Hadapi Ketegangan Baru di Eropa
SERAMBINEWS.COM – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan rencana pengerahan tambahan 5.000 tentara AS ke Polandia, negara anggota NATO yang berbatasan langsung dengan eksklave Rusia, Kaliningrad.
Langkah tersebut dinilai sebagai perubahan besar dalam kebijakan pertahanan Trump terhadap Eropa, setelah sebelumnya ia beberapa kali mengkritik NATO dan meminta negara-negara Eropa mengambil tanggung jawab lebih besar dalam urusan keamanan kawasan.
Dikutip Serambinews.com melalui GB News, Rabu (21/5/2026), Trump menyebut keputusan itu berkaitan dengan hubungan dekatnya dengan Presiden Polandia terpilih, Karol Nawrocki.
“Berdasarkan keberhasilan pemilihan Presiden Polandia saat ini, Karol Nawrocki, yang dengan bangga saya dukung, dan hubungan kami dengannya, saya dengan senang hati mengumumkan bahwa Amerika Serikat akan mengirimkan tambahan 5.000 pasukan ke Polandia,” kata Trump dalam pernyataannya.
Baca juga: Vanessa Mantan Menantu Trump Umumkan Idap Kanker Payudara, Keluarga Trump Beri Dukungan Penuh
Perubahan Sikap Trump terhadap NATO
Pengumuman tersebut muncul hanya dua hari setelah Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan bahwa pengerahan pasukan tambahan ke Polandia sempat ditunda.
Saat itu, Vance menjelaskan bahwa sekitar 4.000 tentara yang sebelumnya direncanakan dikirim merupakan bagian dari “penundaan rotasi standar” militer AS di Eropa.
Juru bicara Pentagon Sean Parnell juga mengatakan bahwa perubahan itu berkaitan dengan pengurangan tim tempur brigade AS di Eropa dari empat menjadi tiga unit.
Namun kini, Trump justru mengumumkan jumlah tambahan pasukan yang lebih besar.
Belum ada kejelasan apakah 5.000 tentara baru tersebut sudah termasuk 4.000 personel yang sebelumnya sempat tertunda.
Keputusan penundaan sebelumnya sempat menuai kritik keras dari anggota Kongres AS dari Partai Republik maupun Demokrat.
Anggota Kongres Partai Republik dari Nebraska, Don Bacon, menyebut keputusan itu “memalukan” dan mengaku mendapat keluhan langsung dari pejabat Polandia.
“Apa yang baru saja kita lakukan terhadap Polandia adalah sebuah aib bagi negara kita,” ujar Bacon.
Sementara anggota DPR dari Partai Demokrat, Joe Courtney, mengatakan bahwa penundaan pengerahan pasukan mengirim “pesan yang mengerikan” mengenai komitmen AS terhadap sekutu-sekutunya di Eropa.
Baca juga: Update Hari ke-82 Perang Iran: Iran Ancam Buka Front Baru, Trump Beri 3 Hari untuk Kesepakatan
Ketegangan NATO dan Rusia Meningkat
Langkah Washington memperkuat Polandia dipandang penting karena negara tersebut memiliki posisi strategis di dekat wilayah Rusia, terutama Kaliningrad.
| Update Hari ke-83 Perang Iran: Teheran Tinjau Respons AS, Selat Hormuz dan Krisis Gaza Memanas |
|
|---|
| Iran Klaim Kendalikan Selat Hormuz, 26 Kapal Berhasil Melintas di Tengah Ketegangan dengan AS |
|
|---|
| Ketegangan Diplomatik AS-Greenland Meningkat, Pembukaan Konsulat Baru Disorot Warga |
|
|---|
| Trump Tunda Serangan Besar ke Iran, Tapi Beri Syarat Tegas soal Nuklir |
|
|---|
| PBB Peringatkan Risiko Genosida di Gaza, Israel Diminta Hentikan Pendudukan Palestina |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Presiden-Amerika-Serikat-AS-Donald-Trump-dalam-pidato-Selasa-2422026.jpg)