Sabtu, 30 Mei 2026

PLN UID Aceh Umumkan Listrik di Aceh Sudah Pulih 100 Persen per Hari Ini, Pasca-Blackout Sumatera

Pemulihan total listrik di Aceh ini berhasil dicapai setelah tim teknis PLN melakukan penanganan intensif selama lebih dari 24 jam sejak blackout.

Tayang:
Penulis: Yeni Hardika | Editor: Nur Nihayati
Serambinews.com/HO
CEK TRANSMISI - Petugas PLN melakukan pengecekan pada jaringan transmisi Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 275 kilovolt (kV) ruas Muara Bungo-Sungai Rumbai di Jambi pada Sabtu (23/5/2026). 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Pasokan arus listrik di Provinsi Aceh kini telah kembali normal sepenuhnya setelah sempat mengalami pemadaman massal akibat lumpuhnya sistem interkoneksi regional Sumatera.

Berdasarkan informasi terbaru dari PLN UID Aceh hingga Minggu (24/5/2026) pukul 05.07 WIB, seluruh jaringan transmisi dan distribusi yang sempat terganggu dipastikan sudah menyala kembali. 

Pemulihan total listrik di Aceh ini berhasil dicapai setelah tim teknis PLN melakukan penanganan intensif selama lebih dari 24 jam sejak blackout melanda jaringan interkoneksi Sumatera.

Pihak manajemen PLN juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan yang ikut mengawal proses pemulihan energi ini.

"Sistem kelistrikan di wilayah Provinsi Aceh saat ini telah berhasil dipulihkan seluruhnya pascagangguan," ujar Manager Komunikasi & TJSL PLN UID Aceh, Lukman Hakim, dalam keterangan tertulisnya pada Minggu (24/5/2026) pagi.

"PLN UID Aceh menyampaikan terima kasih atas dukungan seluruh stakeholder serta kesabaran masyarakat selama proses pemulihan berlangsung," kata Lukman.

Baca juga: PLN Sebut Gardu Induk Sudah Pulih Usai Blackout Sumatera, Kenapa Listrik di Aceh Belum Normal?

Kronologi gangguan hingga sebabkan blackout di Sumatera

Sebelumnya, Pulau Sumatera mengalami pemadaman lampu massal (blackout) berskala besar yang terjadi sejak Jumat (22/5/2026) malam, sekira pukul 18.44 WIB. 

Dalam konferensi pers resminya pada Sabtu (23/5/2026), Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, membeberkan kronologi teknis ambruknya sistem interkoneksi tersebut.

Titik gangguan utama berada di koridor transmisi tegangan tinggi wilayah Jambi akibat cuaca buruk ekstrem yang membuat jaringan transmisi utama rontok secara mendadak.

"Ada ruas transmisi 275 kV antara Muara Bungo dan Sungai Rumbai di Jambi yang indikasi awalnya karena gangguan cuaca, sehingga terjadi gangguan pada sistem transmisi tersebut dan keluar dari sistem kelistrikan Sumatera," ungkap Darmawan Prasodjo.

Lepasnya jalur transmisi Muara Bungo – Sungai Rumbai tersebut langsung memicu ketidakseimbangan beban ekstrem pada sistem kelistrikan di area sekitarnya.

Fenomena ini kemudian menciptakan efek domino bagi pembangkit-pembangkit lain di Sumatera.

Baca juga: Listrik di Seluruh Wilayah Abdya Sudah Menyala 100 Persen

Darmawan menjelaskan, hilangnya beban secara masif membuat sebagian wilayah mengalami kelebihan pasokan daya (oversupply) yang melonjakkan frekuensi listrik terlampau tinggi.

Sistem proteksi pembangkit pun terpaksa mati otomatis (trip) demi menghindari kerusakan mesin.

Di sisi lain, wilayah yang defisit mengalami penurunan voltase secara drastis, memaksa pembangkit yang tersisa ikut tumbang satu per satu.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved