Konflik Amerika vs Iran
AS dan Iran Makin Dekat Akhiri Perang, Tapi Selat Hormuz hingga Nuklir Masih Jadi Batu Sandungan
Para pejabat Iran menegaskan masih ada sejumlah persoalan besar yang belum menemukan titik temu.
Ringkasan Berita:
- AS dan Iran disebut semakin dekat mencapai kesepakatan damai, namun Selat Hormuz dan program nuklir Iran masih jadi hambatan utama negosiasi.
- Donald Trump mengklaim kesepakatan “sebagian besar telah dinegosiasikan”, sementara Iran menegaskan masih ada sejumlah klausul penting yang belum selesai dibahas.
- Selat Hormuz jadi titik sensitif karena Iran ingin mempertahankan kendali wilayah, sedangkan AS menuntut kebebasan pelayaran penuh.
SERAMBINEWS.COM - Peluang berakhirnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran mulai terlihat semakin terbuka. Presiden AS Donald Trump bahkan mengklaim kesepakatan untuk mengakhiri perang kini “sebagian besar telah dinegosiasikan”.
Pernyataan itu langsung memunculkan harapan baru setelah konflik panjang yang menyeret banyak negara di kawasan Timur Tengah.
Dalam nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) yang sedang dibahas, salah satu poin penting adalah pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur vital perdagangan minyak dan gas dunia. Selain itu, pembicaraan juga diarahkan untuk mengakhiri secara resmi perang AS-Israel di Iran.
Meski demikian, jalan menuju damai rupanya belum sepenuhnya mulus.
Para pejabat Iran menegaskan masih ada sejumlah persoalan besar yang belum menemukan titik temu. Mulai dari status Selat Hormuz, program nuklir Iran, hingga konflik yang melibatkan kelompok-kelompok dukungan Teheran di Lebanon.
Dikutip dari Al Jazeera, berikut sejumlah poin krusial yang masih menjadi penghambat dalam negosiasi damai AS-Iran.
Baca juga: 10 Prodi PTN Peminat Terbanyak di SNBT 2026, Vokasi Mendominasi, Ilmu Hukum Tak Lagi di Puncak
Selat Hormuz Jadi Titik Paling Sensitif
Perselisihan terbesar antara Iran dan AS saat ini berkaitan dengan Selat Hormuz.
Jalur laut yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab itu menjadi salah satu urat nadi energi dunia. Sebelum perang pecah, sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) global melintas di kawasan tersebut.
Iran bersikeras bahwa Selat Hormuz berada dalam wilayah kedaulatannya bersama Oman karena berada di perairan teritorial kedua negara, bukan perairan internasional.
Teheran bahkan sempat mengusulkan penerapan biaya tol bagi kapal yang melintas.
Sebaliknya, AS menuntut kebebasan navigasi penuh tanpa pembatasan apa pun.
Situasi memanas setelah Iran menutup jalur itu ketika perang dimulai. Iran disebut melarang transit kapal, menyerang sejumlah kapal, hingga diduga memasang ranjau laut.
Tak lama setelah gencatan senjata berlaku pada 8 April 2026, AS merespons dengan menerapkan blokade terhadap pelabuhan Iran.
Langkah tersebut dilakukan untuk menekan Teheran agar kembali membuka Selat Hormuz.
Program Nuklir Iran Masih Diperdebatkan
Konflik Amerika vs Iran
Perang Besar di Depan Mata
Akibat Perang Iran
Uptade Perang Iran
Serambi Indonesia
| Sinyal Damai Iran dan AS: Selat Hormuz Berpeluang Dibuka, Harga Minyak Dunia Langsung Anjlok |
|
|---|
| Ivanka Putri Donald Trump Jadi Sasaran Rencana Pembunuhan, Warga Irak Terkait IRGC Ditangkap |
|
|---|
| Intelijen AS Sebut Iran Pulihkan 80 Persen Kekuatan Militer usai Serangan AS-Israel |
|
|---|
| AS Kecolongan! Iran Diam-diam Bangkit dan Mulai Produksi Massal Drone Lagi |
|
|---|
| Trump Ultimatum Iran 3 Hari, Ancam Serangan Besar Jika Gagal Capai Kesepakatan Damai |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/iran-hioijnml.jpg)