Konflik Rusia vs Ukraina
Rusia Desak Warga Asing Tinggalkan Kyiv, Serangan Besar Segera Dimulai
Peringatan tersebut disampaikan setelah meningkatnya eskalasi serangan udara antara kedua negara dalam beberapa pekan terakhir.
Namun, pihak Ukraina membantah tuduhan tersebut.
Militer Ukraina mengklaim operasi mereka sebenarnya menargetkan unit komando drone elite milik Rusia, bukan fasilitas sipil.
Baca juga: Putin Akui Kewalahan Hadapi Tentara Ukraina karena Didukung Persenjataan dari NATO
Ukraina Tolak Ancaman Rusia
Menanggapi ancaman serangan besar dan seruan evakuasi warga asing, Menteri Luar Negeri Ukraina, Andrii Sybiha, meminta negara-negara sekutu untuk tidak gentar menghadapi tekanan Moskwa.
Sybiha menegaskan komunitas internasional tidak boleh tunduk terhadap apa yang disebutnya sebagai bentuk “pemerasan” Rusia.
Ketegangan perang udara antara Rusia dan Ukraina memang terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir, terutama setelah kemampuan drone Ukraina berkembang pesat.
Sebelumnya, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan bahwa serangan terhadap industri minyak dan fasilitas produksi militer Rusia merupakan tindakan yang sah sebagai bagian dari pertahanan negaranya.
Pernyataan itu disampaikan setelah serangan udara Rusia menghantam sebuah blok apartemen di Kyiv dan dilaporkan menewaskan sedikitnya 24 orang.
| Gencatan Senjata Berakhir, Rusia Lancarkan Serangan Besar-besaran ke Ukraina, Kyiv Jadi Sasaran |
|
|---|
| Zelenskyy Marah ke Amerika Serikat soal Izin Rusia Jual Minyak |
|
|---|
| Rusia dan Ukraina Kembali Lancarkan Serangan Usai Gencatan Senjata Paskah |
|
|---|
| AS Cabut Sanksi Sementara untuk Minyak Rusia yang Tertahan di Laut, Berlaku 30 Hari |
|
|---|
| Rusia Luncurkan 420 Drone dan 39 Rudal ke Ukraina, Infrastruktur Energi Lumpuh, Puluhan Terluka |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Bangunan-di-Kyiv-terbakar-hebat-usai-serangan-rudal-Rusia.jpg)