Berita Internasional
AS Disebut Siapkan Invasi Kuba, Penumpukan Militer Karibia Picu Ketegangan Baru
Amerika Serikat disebut-sebut siap melancarkan invasi ke Kuba setelah laporan terbaru mengungkap adanya penumpukan
Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Muhammad Hadi
AS Disebut Siapkan Invasi Kuba, Penumpukan Militer Karibia Picu Ketegangan Baru
SERAMBINEWS.COM – Amerika Serikat disebut-sebut siap melancarkan invasi ke Kuba setelah laporan terbaru mengungkap adanya penumpukan kekuatan militer besar-besaran di kawasan Karibia yang berada tidak jauh dari negara pulau tersebut.
Dikutip Serambinews.com melalui GB News (29/5/2026), Departemen Pertahanan Amerika Serikat atau Pentagon dilaporkan telah menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk menempatkan pasukan dan persenjataan yang dibutuhkan apabila operasi militer terhadap Kuba benar-benar dilakukan.
Laporan tersebut menyebutkan bahwa seluruh persiapan utama telah tersedia dan hanya menunggu keputusan politik dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Kuba sendiri hanya berjarak sekitar 145 kilometer atau 90 mil dari pesisir Florida, sehingga selama puluhan tahun menjadi salah satu wilayah strategis yang selalu mendapat perhatian Washington.
Menurut laporan yang dikutip dari Politico, pemerintahan Trump disebut telah mempertimbangkan berbagai opsi untuk mengambil alih Kuba setelah upaya tekanan ekonomi dan politik terhadap pemerintahan komunis di Havana dinilai belum berhasil mencapai tujuan yang diinginkan.
Baca juga: Kerbau “Donald Trump” Selamat dari Penyembelihan Idul Adha, Kini Dirawat di Kebun Binatang
Kehadiran Militer AS di Karibia Meningkat
Laporan tersebut mengungkapkan bahwa kehadiran Angkatan Laut Amerika Serikat di kawasan Karibia saat ini menjadi yang terbesar kedua di dunia setelah pengerahan pasukan AS di Timur Tengah.
Washington juga disebut terus meningkatkan tekanan terhadap Kuba sejak penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro pada Januari lalu.
Amerika Serikat dilaporkan mencegat sejumlah pengiriman minyak yang menuju Kuba dari berbagai negara.
Selain itu, AS juga mengambil alih sebagian pasokan minyak Venezuela yang selama ini menjadi salah satu sumber energi penting bagi Kuba.
Langkah-langkah tersebut disebut berdampak besar terhadap pasokan energi negara tersebut dan semakin menekan kondisi ekonomi dalam negeri Kuba.
Tak lama setelah Maduro dibawa ke New York, Trump bahkan sempat menyatakan kepada wartawan bahwa dirinya yakin akan memperoleh "kehormatan untuk menaklukkan Kuba".
Pernyataan itu kembali menjadi perhatian setelah muncul laporan mengenai peningkatan aktivitas militer AS di kawasan Karibia.
Baca juga: Viral! Kerbau Mirip Donald Trump Gagal Jadi Kurban Idul Adha
Marco Rubio Sebut Kuba Ancaman Keamanan Nasional
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio juga memberikan pernyataan yang memperkuat kekhawatiran mengenai hubungan Washington dan Havana.
Dalam rapat kabinet yang digelar pekan ini, Rubio menyebut Kuba sebagai "negara gagal" yang berada tepat di depan pintu Amerika Serikat.
| Iran Klaim Punya Pertahanan Udara Baru, Benarkah Mampu Hadang Serangan AS? |
|
|---|
| Tegas! Pemerintah Italia Sita Aset Bos Mafia Senilai Rp4,1 T di 9 Negara |
|
|---|
| Serangan Israel di Gaza Tewaskan 10 Orang, Empat Anak Jadi Korban di Tengah Gencatan Senjata Rapuh |
|
|---|
| Israel 'Menggila' di Lebanon, Puluhan Tewas dan Anak-anak Jadi Korban Serangan Brutal |
|
|---|
| AS Kembali Serang Iran Dekat Selat Hormuz, Akankah Gencatan Senjata Berakhir? |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Presiden-Amerika-Serikat-AS-Donald-Trump-dalam-pidato-Selasa-2422026.jpg)