Bahaya Kebocoran Arus Listrik di Sekolah, Ancaman Senyap yang Perlu Dicegah
Kasus siswa tersengat listrik menunjukkan masih lemahnya standar keselamatan kelistrikan di lingkungan pendidikan.
Ringkasan Berita:
- Sejumlah kasus siswa meninggal akibat tersengat listrik menunjukkan pentingnya keselamatan kelistrikan di sekolah.
- Akademisi menyarankan pemasangan GPAS/RCCB untuk mendeteksi kebocoran arus dan mencegah sengatan listrik fatal.
- Pemerintah sedang memproses regulasi penerapan GPAS guna meningkatkan keselamatan di fasilitas publik, termasuk sekolah.
SERAMBINEWS.COM - Keselamatan siswa merupakan bagian penting dari kualitas pendidikan di sekolah.
Kasus siswa tersengat listrik menunjukkan masih lemahnya standar keselamatan kelistrikan di lingkungan pendidikan.
Bahaya kebocoran arus listrik sering kali sulit terdeteksi karena instalasi tampak normal.
MCB hanya melindungi dari korsleting dan kelebihan beban, bukan dari kebocoran arus listrik.
GPAS atau RCCB menjadi perangkat penting untuk mencegah sengatan listrik fatal dan kebakaran.
Audit instalasi listrik dan pengujian berkala perlu diterapkan di seluruh fasilitas pendidikan.
Pemerintah dinilai perlu segera menerbitkan regulasi wajib penggunaan GPAS di ruang publik.
Baca juga: Pemerintah Abdya Serahkan Bantuan Untuk Janda Korban Kebakaran di Babahrot
Hardiknas menjadi momentum untuk menghadirkan lingkungan belajar yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga aman bagi seluruh siswa.
Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) menjadi momentum penting untuk merefleksikan berbagai upaya memajukan pendidikan di Indonesia.
Upaya tersebut mencakup perluasan akses pendidikan, pemerataan fasilitas, peningkatan kualitas guru, hingga penguatan mutu pembelajaran.
Di tengah berbagai upaya tersebut, aspek keselamatan siswa di lingkungan sekolah juga perlu mendapat perhatian serius.
Pendidikan yang bermutu tidak hanya diukur dari kualitas pembelajaran, tetapi juga dari terciptanya lingkungan belajar yang aman bagi seluruh peserta didik.
Salah satu ancaman yang perlu diwaspadai adalah bahaya kelistrikan di sekolah. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah kasus siswa tersengat listrik bahkan hingga meninggal dunia terjadi di berbagai daerah di Indonesia.
Baca juga: VIDEO Kebakaran Rumah di Cot Preh, Diduga karena Arus Listrik
Di Kota Surabaya, Jawa Timur, pada 2025, seorang siswa berinisial SSH meninggal dunia setelah tersengat listrik yang diduga berasal dari kabel mesin pendingin udara yang terkelupas di area atap sekolah.
Saat kejadian, korban bersama teman-temannya sedang mempersiapkan ujian praktik olahraga.
Kasus serupa juga terjadi di Kota Pasuruan, Jawa Timur.
| Pemerintah Abdya Serahkan Bantuan Untuk Janda Korban Kebakaran di Babahrot |
|
|---|
| Penyuluh Agama Kemenag Langsa, Wahyu Qadri Raih Juara 1 Nasional Lomba Kreasi Video Tepuk Sakinah |
|
|---|
| Prabowo-Macron Capai Empat Kesepakatan Baru di Paris, Fokus Energi Hingga Pertahanan |
|
|---|
| Update Hari Ini, Harga Emas di Pegadaian Melonjak Tajam, UBS Catat Kenaikan Fantastis |
|
|---|
| UMMAH Buka Pendaftaran Mahasiswa Baru 2026/2027, Ada Jalur Beasiswa Unggulan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/arus-listrik-29052026.jpg)