Berita Internasional
Jet Tempur F-16 AS hampir Kehabisan BBM Saat Serang Iran
Operasi Midnight Hammer pada Juni 2025 menjadi salah satu misi paling berisiko Angkatan Udara AS.
Ringkasan Berita:
- Operasi Midnight Hammer Juni 2025 menjadi salah satu misi paling berisiko Angkatan Udara AS ketika 6 pilot F-16 ditugaskan mengawal pesawat pembom siluman B-2 menyerang fasilitas nuklir Iran.
- Pilot harus terbang jauh ke wilayah musuh tanpa teknologi siluman, menghadapi pertahanan udara canggih, serta ancaman kehabisan bahan bakar karena tanker pengisian tak tersedia.
- Meski dalam kondisi kritis, mereka tetap melindungi pesawat pembom dengan rudal AGM-88 dan berhasil keluar dari zona bahaya.
Operasi Midnight Hammer pada Juni 2025 menjadi salah satu misi paling berisiko Angkatan Udara AS ketika enam pilot F-16 ditugaskan mengawal pesawat pembom siluman B-2 menyerang fasilitas nuklir Iran.
SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON DC - Operasi udara Amerika Serikat di Iran pada Juni 2025, yang dikenal sebagai Operasi Midnight Hammer, menyimpan kisah dramatis di balik keberhasilan serangan terhadap fasilitas nuklir.
Enam pilot jet tempur F-16 dari Skuadron Tempur ke-55 ditugaskan membuka jalan bagi pesawat pembom siluman B-2 Spirit dengan misi melumpuhkan pertahanan udara Iran.
Misi ini sangat berisiko karena F-16 bukan pesawat siluman, sehingga harus terbang jauh ke dalam wilayah musuh yang dijaga ketat oleh sistem pertahanan udara modern.
Para pilot menghadapi ancaman besar, termasuk kemungkinan kehabisan bahan bakar di tengah perjalanan.
Dokumen penghargaan menyebutkan bahwa mereka terbang hampir 300 mil ke wilayah Iran dengan persediaan bahan bakar yang sangat menipis.
Namun tetap mengawal pesawat pembom hingga keluar dari zona bahaya.
Baca juga: Jaga Kerajaan Saudi dari Rudal Iran, Pakistan Kirim 8 Ribu Tentara, Jet Tempur, & Pertahanan Udara
Kesulitan bertambah ketika pesawat tanker yang seharusnya melakukan pengisian bahan bakar di udara tidak tersedia sesuai rencana.
Kondisi ini memaksa para pilot mengambil keputusan cepat dan berisiko tinggi.
Mantan pilot jet tempur F-16, John Waters menjelaskan, bahwa masalah keandalan tanker bisa menjadi ancaman serius karena menyangkut pasokan bahan bakar dan waktu.
Sementara Vincent Aiello menambahkan, F-16 jarang lepas landas dengan muatan bahan bakar penuh karena bobot berlebih dapat mengurangi kecepatan dan membatasi jumlah senjata yang dibawa.
Meski menghadapi tekanan luar biasa, para pilot berhasil melaksanakan misi dengan menembakkan rudal AGM-88 untuk melindungi pesawat pembom dari serangan pertahanan udara Iran.
Mereka memastikan seluruh pesawat keluar dari zona berbahaya sebelum melakukan manuver pengisian bahan bakar yang berisiko tinggi.
Baca juga: Iran Klaim Tembak Jet Tempur F-16 Israel, Militer Israel Bantah Ada Kerusakan
Atas keberanian dan pengabdian tersebut, Angkatan Udara AS menganugerahkan Distinguished Flying Cross kepada enam pilot F-16 pada Mei 2026.
Penghargaan ini diberikan atas kepahlawanan luar biasa dalam penerbangan tempur.
Kisah ini menegaskan betapa besar pengorbanan para pilot dalam menjaga keberhasilan operasi militer.
Sekaligus menunjukkan tantangan nyata yang dihadapi dalam misi udara berisiko tinggi.(*)
| AS Disebut Siapkan Invasi Kuba, Penumpukan Militer Karibia Picu Ketegangan Baru |
|
|---|
| Iran Klaim Punya Pertahanan Udara Baru, Benarkah Mampu Hadang Serangan AS? |
|
|---|
| Tegas! Pemerintah Italia Sita Aset Bos Mafia Senilai Rp4,1 T di 9 Negara |
|
|---|
| Serangan Israel di Gaza Tewaskan 10 Orang, Empat Anak Jadi Korban di Tengah Gencatan Senjata Rapuh |
|
|---|
| Israel 'Menggila' di Lebanon, Puluhan Tewas dan Anak-anak Jadi Korban Serangan Brutal |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/FORMASI-UDARA-Jet-tempur-F-16-Angkatan-Udara-AS.jpg)