Rabu, 3 Juni 2026

Info Haji Aceh

Jamaah Haji Indonesia “Kena Prank” di Masjid Mina

Mina adalah salah satu tempat sentral pelaksanaan ibadah haji. Usai wukuf di Arafah, jamaah bergerak ke Muzdalifah, lalu Mina

Tayang:
Editor: mufti
for serambinews
MELAPORKAN DARI MEKKAH - Kontributor Serambi Indonesia, Hasan Basri M Nur, melaporkan suasana haji dan kegiatan jamaah haji Aceh dari Mekkah, Arab Saudi. 

Hasan Basri M Nur, Kontributor Serambi Indonesia, Melaporkan dari Mina

SERAMBINEWS.COM - Mina adalah salah satu tempat sentral pelaksanaan ibadah haji. Usai wukuf di Arafah, jamaah bergerak ke Muzdalifah, lalu Mina. Di Mina terletak Jamarat, yaitu tempat melempar jumrah.

Jamaah haji Indonesia menempati kemah-kemah di Mina antara tiga hingga empat hari. Di seputaran kawasan perkemahan Indonesia terdapat satu unit masjid besar dan indah yang hanya dioperasikan pada musim haji. Ia lazim disebut “Masjid Mina”.

Masjid Mina berperan seperti masjid musafir bagi jamaah haji yang singgah beberapa hari. Pada dinding bagian depan masjid ini terdapat plakat berisi tulisan berikut. Nama masjid: Jami’ Hujjaj al-Birr, nomor: 287, lokasi: Mina.

Setiap jadwal shalat fardhu, jamaah haji asal Indonesia mendominasi masjid Mina, apalagi Shalat Jumat. Jumlah mereka mengalahkan jamaah asal negara-negara Afrika, India, dan Malaysia.  Karena sangat dominan, maka kajian Islam usai shalat fardhu pun diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia.

Terdapat dua fenomena menarik bagi jamaah Indonesia, termasuk Aceh, dalam mengikuti shalat jamaah di masjid ini.

Pertama, mayoritas jamaah haji asal Indonesia mengira shalat fardhu diadakan dalam bentuk tamam (sempurna), tidak qasar. Mereka pun memasang niat shalat tamam dan kemudian menambah sendiri jumlah rakaat sesuai niat, karena imam menyelesaikan shalat pada rakaat kedua untuk shalat empat rakaat, tapi tidak menggabungkannya (jamak).

Kedua, pada hari Jumat, jamaah asal Indonesia sejak pagi sudah bersiap untuk pergi jumataan. Hampir di semua kemah terdengar suara orang yang bersiap untuk shalat Jumat di Masjid Mina. Mereka bahkan tiba di masjid lebih awal dari biasanya.

Ternyata, setelah azan Zuhur, khatib naik mimbar. Tapi langsung diikuti iqamah dan dimulai shalat dhuhur dalam bentuk qashar. Jamaah Indonesia pun saling berbisik setelah selesai shalat. Inilah yang dimaksud jamaah haji Indonesia “kena prank” di Masjid Mina.

“Miss komunikasi” di Masjid Mina ini terjadi karena semasa manasik haji di Indonesia tidak disampaikan bentuk pelaksanaan shalat fardhu di Masjid Mina. Disarankan agar pada manasik haji ke depan (untuk calon jamaah tahun 2027) untuk dimasukkan materi tentang shalat fardhu dan Jumatan di Mina.(*)  

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved