Perang Iran vs AS
Update Hari ke-96 Perang Iran: AS dan Iran Kembali Saling Serang, Negosiasi Damai Semakin Rumit
Konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran memasuki hari ke-96 dengan ketegangan yang kembali meningkat di kawasan Teluk.
Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Nurul Hayati
Dalam pernyataan resminya, CENTCOM menyebut pasukan AS tetap siaga penuh dan siap mempertahankan diri dari setiap ancaman yang datang.
Sebelumnya, AS juga mengonfirmasi telah menyerang stasiun kendali darat Iran di Pulau Qeshm sebagai bagian dari operasi yang disebutnya sebagai tindakan pertahanan diri.
Baca juga: Timur Tengah Kian Memanas! Trump Tekan Oman agar Jauhi Iran, UEA dan Arab Saudi Ikut Geram
Negosiasi Damai Masih Penuh Ketidakpastian
Di tengah meningkatnya ketegangan militer, proses diplomasi antara Washington dan Teheran masih berjalan namun belum menunjukkan hasil konkret.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan bahwa pemimpin tertinggi Iran saat ini, Mojtaba Khamenei, masih aktif terlibat dalam proses negosiasi dengan Washington.
Rubio menegaskan bahwa AS tidak akan mencabut sanksi ekonomi terhadap Iran hanya sebagai imbalan atas pembukaan kembali Selat Hormuz.
Menurutnya, pelonggaran sanksi hanya akan diberikan jika Iran bersedia membuat konsesi terkait program nuklirnya.
Presiden Donald Trump juga mengakui bahwa pembicaraan dengan Iran masih berlangsung.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa hasil akhirnya masih belum dapat dipastikan.
"Kita tidak pernah tahu ke mana arah pembicaraan ini akan berujung," kata Trump.
Sementara itu, Ketua Parlemen Iran sekaligus kepala negosiator utama, Mohammad Bagher Ghalibaf, memperingatkan bahwa Teheran dapat menghentikan seluruh proses negosiasi dan memilih jalur konfrontasi apabila serangan Israel ke Lebanon terus berlanjut.
Baca juga: Trump Mengamuk ke Netanyahu soal Eskalasi Lebanon: Semua Orang Membencimu
Tekanan Politik di AS dan Israel
Perang yang berkepanjangan juga memicu kritik di dalam negeri AS.
Sejumlah senator Partai Demokrat menilai kebijakan luar negeri pemerintahan Trump justru memperburuk situasi.
Senator Chris Van Hollen menyebut konflik tersebut sebagai "bencana besar" yang merugikan kepentingan Amerika.
Senator Cory Booker juga mengkritik dampak ekonomi akibat penutupan Selat Hormuz yang dinilai memberi keuntungan strategis bagi Iran.
Di Israel, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengumumkan program besar untuk memperkuat keamanan wilayah utara yang berbatasan dengan Lebanon.
| AS dan Iran Kembali Saling Serang, Negosiasi Gencatan Senjata Mandek di Tengah Ketegangan |
|
|---|
| Update Hari ke-95 Perang Iran: Trump Turun Tangan, Iran Ancam Hentikan Negosiasi |
|
|---|
| Iran Peringatkan Serangan Israel di Lebanon dan Gaza Bisa Gagalkan Gencatan Senjata dengan AS |
|
|---|
| Update Hari ke-94 Perang Iran: AS dan Teheran Saling Serang Saat Negosiasi Damai Terus Berlangsung |
|
|---|
| AS dan Iran Kembali Saling Serang, Selat Hormuz Jadi Titik Panas Konflik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Benjamin-Netanyahu-Donald-Trump-Iran-Israel-Amerika-Serikat-AS.jpg)